Jakarta

Analis Wall Street Prediksi Harga Emas Bakal Turun

Aisya Nur Aziza | 22 Juni 2026, 07:35 WIB
Analis Wall Street Prediksi Harga Emas Bakal Turun
Wall street prediksi harga emas amblas

AKURAT JAKARTA - Kabar kurang menggembirakan bagi Anda pemilik investasi logam mulia.

Setelah sempat melonjak tinggi, tren kenaikan harga emas diprediksi akan berbalik turun pada perdagangan hari ini.

Emas dunia diperkirakan bakal melanjutkan pelemahannya setelah akhir pekan lalu ditutup merosot ke angka $4.156 per ons.

Sebelumnya, harga emas sempat mencetak rekor termahalnya di level $4.382 per ons karena pasar panik akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Namun untuk hari ini, harga emas diprediksi makin lesu karena situasi di Timur Tengah mulai adem dan adanya kebijakan baru dari Bank Sentral AS (The Fed).

Baca Juga: The Fed Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga, Investor Ramai-Ramai Lepas Emas

Ada Dua Alasan Kenapa Harga Emas Turun Hari Ini

Para ahli melihat ada dua faktor utama yang membuat harga emas hari ini tertekan berat.

  1. Sinyal Suku Bunga AS Masih Tinggi

Meskipun The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di angka 3,5% hingga 3,75%, mereka memberi sinyal kuat tetap membuka peluang untuk menaikkan suku bunga lagi demi menjinakkan inflasi.

Hal ini membuat mata uang dolar AS makin kuat, sehingga emas menjadi kurang menarik di mata para investor.

  1. Konflik AS dan Iran Mulai Damai

Tercapainya kesepakatan damai awal antara AS dan Iran sukses membuat suasana politik dunia mendingin.

Karena kondisi sudah dirasa aman, para investor mulai berani melepas aset emas mereka dan beralih ke investasi lain yang lebih menguntungkan.

Wallstreet Ramal Emas Bisa Anjlok ke $4.000

Masa depan harga emas dalam waktu dekat ini memang sedang dibayangi tren negatif.

Berdasarkan survei terbaru, sebanyak 70% ahli keuangan memprediksi harga emas masih akan bergerak turun.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.