Analis Wall Street Prediksi Harga Emas Bakal Turun

AKURAT JAKARTA - Kabar kurang menggembirakan bagi Anda pemilik investasi logam mulia.
Setelah sempat melonjak tinggi, tren kenaikan harga emas diprediksi akan berbalik turun pada perdagangan hari ini.
Emas dunia diperkirakan bakal melanjutkan pelemahannya setelah akhir pekan lalu ditutup merosot ke angka $4.156 per ons.
Sebelumnya, harga emas sempat mencetak rekor termahalnya di level $4.382 per ons karena pasar panik akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Namun untuk hari ini, harga emas diprediksi makin lesu karena situasi di Timur Tengah mulai adem dan adanya kebijakan baru dari Bank Sentral AS (The Fed).
Baca Juga: The Fed Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga, Investor Ramai-Ramai Lepas Emas
Ada Dua Alasan Kenapa Harga Emas Turun Hari Ini
Para ahli melihat ada dua faktor utama yang membuat harga emas hari ini tertekan berat.
Sinyal Suku Bunga AS Masih Tinggi
Meskipun The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di angka 3,5% hingga 3,75%, mereka memberi sinyal kuat tetap membuka peluang untuk menaikkan suku bunga lagi demi menjinakkan inflasi.
Hal ini membuat mata uang dolar AS makin kuat, sehingga emas menjadi kurang menarik di mata para investor.
Konflik AS dan Iran Mulai Damai
Tercapainya kesepakatan damai awal antara AS dan Iran sukses membuat suasana politik dunia mendingin.
Karena kondisi sudah dirasa aman, para investor mulai berani melepas aset emas mereka dan beralih ke investasi lain yang lebih menguntungkan.
Wallstreet Ramal Emas Bisa Anjlok ke $4.000
Masa depan harga emas dalam waktu dekat ini memang sedang dibayangi tren negatif.
Berdasarkan survei terbaru, sebanyak 70% ahli keuangan memprediksi harga emas masih akan bergerak turun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







