The Fed Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga, Investor Ramai-Ramai Lepas Emas

AKURAT JAKARTA - Setelah sempat melesat tinggi, tren kenaikan harga emas dunia akhirnya resmi berbalik arah.
Pekan lalu, harga emas sebenarnya sempat meroket ke level $4.382 per ons karena investor panik akibat ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Namun di akhir pekan, harga logam mulia ini justru merosot dan ditutup di level $4.156 per ons.
Merosotnya harga emas ini dipicu oleh dua kabar utama dunia yakni meredanya konflik di Timur Tengah dan sinyal ketat dari Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga.
Baca Juga: Gara-Gara Harga Kebutuhan Pokok Melonjak, BoliviaTetapkan Status Darurat Nasional
Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok
Faktor utama yang memukul harga emas dalam jangka pendek adalah hasil pertemuan The Fed bulan Juni ini.
Meski The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di angka 3,5% hingga 3,75%, Ketua Fed Kevin Warsh memberikan sinyal kuat bahwa mereka masih membuka peluang untuk menaikkan suku bunga lagi demi menjinakkan inflasi.
Pernyataan ini langsung membuat mata uang dolar AS dan tingkat pengembalian (yield) obligasi pemerintah AS menguat.
Efeknya, daya tarik emas sebagai tempat mengamankan uang (safe haven) menjadi pudar di mata investor.
Kondisi ini diperparah dengan tercapainya kesepakatan damai awal antara AS dan Iran.
Hal ini lantaran situasi politik mendingin, kekhawatiran pasar global mereda sehingga kedua hal tersebut sukses membuat harga minyak dunia ikut turun dan membuat investor mulai melepas aset emas mereka.
Baca Juga: Baru 3 Hari Damai, Selat Hormuz Ditutup dan Trump Ancam Sanksi Tarif
Analis Prediksi Harga Emas
Pasar internasional saat ini cenderung pesimistis melihat masa depan harga emas dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






