Jakarta

The Fed Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga, Investor Ramai-Ramai Lepas Emas

Aisya Nur Aziza | 22 Juni 2026, 07:16 WIB
The Fed Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga, Investor Ramai-Ramai Lepas Emas
ilustrasi emas batangan

AKURAT JAKARTA - Setelah sempat melesat tinggi, tren kenaikan harga emas dunia akhirnya resmi berbalik arah.

Pekan lalu, harga emas sebenarnya sempat meroket ke level $4.382 per ons karena investor panik akibat ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Namun di akhir pekan, harga logam mulia ini justru merosot dan ditutup di level $4.156 per ons.

Merosotnya harga emas ini dipicu oleh dua kabar utama dunia yakni meredanya konflik di Timur Tengah dan sinyal ketat dari Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga.

Baca Juga: Gara-Gara Harga Kebutuhan Pokok Melonjak, BoliviaTetapkan Status Darurat Nasional

Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok

Faktor utama yang memukul harga emas dalam jangka pendek adalah hasil pertemuan The Fed bulan Juni ini.

Meski The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di angka 3,5% hingga 3,75%, Ketua Fed Kevin Warsh memberikan sinyal kuat bahwa mereka masih membuka peluang untuk menaikkan suku bunga lagi demi menjinakkan inflasi.

Pernyataan ini langsung membuat mata uang dolar AS dan tingkat pengembalian (yield) obligasi pemerintah AS menguat.

Efeknya, daya tarik emas sebagai tempat mengamankan uang (safe haven) menjadi pudar di mata investor.

Kondisi ini diperparah dengan tercapainya kesepakatan damai awal antara AS dan Iran.

Hal ini lantaran situasi politik mendingin, kekhawatiran pasar global mereda sehingga kedua hal tersebut sukses membuat harga minyak dunia ikut turun dan membuat investor mulai melepas aset emas mereka.

Baca Juga: Baru 3 Hari Damai, Selat Hormuz Ditutup dan Trump Ancam Sanksi Tarif

Analis Prediksi Harga Emas

Pasar internasional saat ini cenderung pesimistis melihat masa depan harga emas dalam waktu dekat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.