Tidur di Alas Tipis, Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Tulang Belakang

AKURAT JAKARTA - Tidur yang berkualitas menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga kesehatan tubuh setiap hari.
Selain durasi tidur yang cukup, pemilihan alas tidur juga berperan besar terhadap kenyamanan dan kondisi fisik saat bangun.
Belakangan ini, sebagian orang mulai beralih menggunakan alas tidur tipis seperti futon, matras, atau kasur lipat.
Metode ini dipercaya dapat membantu menjaga posisi tubuh tetap ideal selama beristirahat pada malam hari.
Berikut sejumlah manfaat tidur menggunakan alas tipis yang perlu diketahui.
1. Membantu Menjaga Postur Tubuh
Alas yang tipis dan rata membantu menopang tubuh dengan lebih merata selama waktu tidur berlangsung.
Kondisi ini membuat tulang belakang tetap berada pada posisi netral dan tidak terlalu melengkung.
Saat tubuh tidak tenggelam ke dalam permukaan yang terlalu empuk, posisi punggung menjadi lebih stabil.
Hal tersebut dapat membantu menjaga postur tubuh tetap baik dalam jangka waktu yang panjang.
2. Membantu Mengurangi Nyeri Punggung
Sebagian orang mengeluhkan nyeri punggung akibat posisi tidur yang kurang tepat setiap malam.
Permukaan yang lebih keras mampu memberikan dukungan yang lebih merata pada area punggung.
Dengan distribusi tekanan yang lebih seimbang, otot dan sendi dapat beristirahat lebih optimal.
Akibatnya, rasa pegal dan kaku saat bangun tidur berpotensi berkurang secara bertahap.
Baca Juga: Menikmati Cita Rasa Jawa di Ibu Kota, 3 Rekomendasi Angkringan Favorit di Jakarta
=====
3. Mendukung Sirkulasi Darah yang Baik
Posisi tubuh yang relatif datar saat tidur dapat membantu menjaga aliran darah tetap lancar.
Tubuh tidak mengalami tekanan berlebihan pada titik tertentu yang dapat menghambat sirkulasi.
Sirkulasi yang baik berperan penting dalam proses pemulihan dan regenerasi sel tubuh.
Karena itu, kualitas istirahat dapat terasa lebih baik ketika tubuh berada pada posisi yang nyaman.
4. Membantu Menjaga Tubuh Tetap Sejuk
Alas tidur yang tipis umumnya memiliki kemampuan melepas panas lebih cepat dibanding kasur tebal.
Kondisi ini membuat tubuh terasa lebih sejuk dan nyaman selama beristirahat pada malam hari.
Bagi sebagian orang, suhu tidur yang lebih sejuk dapat membantu mempercepat proses terlelap.
Lingkungan tidur yang nyaman juga berkontribusi terhadap kualitas tidur yang lebih baik.
5. Lebih Baik Dibanding Tidur Langsung di Lantai
Meski memiliki permukaan yang tipis, alas tidur tetap memberikan lapisan pelindung bagi tubuh.
Lapisan ini membantu mengurangi paparan dingin dari lantai yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan.
Selain itu, alas tidur juga membantu mengurangi kontak langsung dengan debu dan kotoran.
Risiko gangguan pernapasan akibat paparan partikel di lantai pun dapat diminimalkan.
Baca Juga: Catat! Pendaftaran SPMB DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Ini Kuota dan Jalur Penerimaannya
=====
6. Tetap Perlu Diterapkan dengan Cara yang Tepat
Penggunaan alas tipis sebaiknya dibarengi dengan menjaga kebersihan area tempat tidur setiap hari.
Lantai yang bersih membantu mengurangi risiko alergi dan menjaga kualitas udara di sekitar tubuh.
Pemilihan bantal yang sesuai juga penting untuk menjaga posisi leher tetap nyaman saat tidur.
Bantal dengan ketebalan sedang umumnya lebih baik untuk menopang kepala secara seimbang.
7. Tidak Cocok untuk Semua Orang
Meskipun memiliki sejumlah manfaat, penggunaan alas tipis tidak selalu cocok bagi setiap orang.
Lansia, ibu hamil, atau penderita gangguan sendi tertentu perlu lebih berhati-hati dalam menerapkannya.
Jika muncul keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman yang berkepanjangan, konsultasi medis diperlukan.
Saran dari tenaga kesehatan dapat membantu menentukan posisi dan alas tidur yang paling sesuai. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






