Jakarta

Jangan Panik, Ini 10 Cara Bertahan di Rumah Saat Listrik Padam Selama Berjam-jam

Anggerhana Denni Rahmawati | 11 Juni 2026, 15:00 WIB
Jangan Panik, Ini 10 Cara Bertahan di Rumah Saat Listrik Padam Selama Berjam-jam
Cara menghadapi mati lampu berjam-jam.

AKURAT JAKARTA - Pemadaman listrik yang berlangsung selama berjam-jam sering kali membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Selain membuat rumah menjadi gelap, kondisi ini juga dapat memengaruhi komunikasi, kenyamanan, hingga penyimpanan makanan di dalam kulkas.

Situasi tersebut bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari gangguan jaringan listrik, cuaca ekstrem, hingga proses perbaikan infrastruktur.

Karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan agar tetap aman dan nyaman saat listrik padam dalam waktu lama.

Dengan persiapan yang tepat, kamu tidak perlu panik ketika menghadapi kondisi tersebut.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk bertahan saat mati lampu berjam-jam di rumah.

1. Tetap Tenang dan Cari Informasi

Saat listrik padam, hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang.

Cari informasi melalui ponsel atau kanal resmi terkait penyebab pemadaman dan perkiraan waktu listrik kembali menyala.

Informasi yang akurat dapat membantu kamu menentukan langkah berikutnya dan menghindari kepanikan yang tidak perlu.

2. Hemat Baterai Ponsel

Ponsel menjadi alat komunikasi yang sangat penting saat terjadi pemadaman listrik.

Karena itu, gunakan baterai secara bijak dengan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, menurunkan tingkat kecerahan layar, serta mengaktifkan mode hemat daya.

3. Gunakan Sumber Penerangan yang Aman

Lampu darurat, senter, atau lampu isi ulang dapat menjadi pilihan utama untuk penerangan.

Jika menggunakan lilin, pastikan diletakkan di tempat yang aman dan jauh dari benda yang mudah terbakar.

Baca Juga: Kabar Gembira! Warga Bisa Naik Transportasi Umum Gratis Saat HUT Jakarta

=====

4. Jaga Suhu Kulkas Tetap Stabil

Usahakan tidak terlalu sering membuka pintu kulkas maupun freezer.

Semakin sering dibuka, suhu dingin akan cepat berkurang sehingga makanan berisiko lebih cepat rusak.

5. Kurangi Aktivitas yang Menambah Panas

Tanpa kipas angin atau AC, suhu ruangan bisa terasa lebih panas.

Gunakan pakaian yang nyaman, perbanyak minum air putih, dan buka jendela jika kondisi lingkungan memungkinkan.

6. Manfaatkan Power Bank

Power bank yang terisi penuh dapat menjadi penyelamat saat listrik belum kembali menyala.

Perangkat ini membantu menjaga ponsel tetap aktif untuk berkomunikasi maupun memperoleh informasi terbaru.

7. Simpan Cadangan Air Bersih

Beberapa rumah mengandalkan pompa listrik untuk mengalirkan air.

Oleh karena itu, penting untuk memiliki cadangan air bersih yang cukup untuk kebutuhan minum, memasak, dan keperluan dasar lainnya.

8. Lakukan Aktivitas Alternatif

Mati lampu bisa menjadi kesempatan untuk melakukan kegiatan yang tidak membutuhkan listrik.

Kamu bisa membaca buku, berbincang dengan keluarga, bermain permainan sederhana, atau beristirahat.

Baca Juga: Biaya Hidup Makin Mahal, Ini Langkah yang Bisa Menyelamatkan Keuangan

=====

9. Tingkatkan Keamanan Rumah

Saat malam hari, kondisi sekitar rumah yang gelap dapat meningkatkan risiko keamanan.

Pastikan pintu dan jendela terkunci dengan baik serta periksa area sekitar rumah secara berkala.

10. Siapkan Perlengkapan Darurat

Sebaiknya simpan perlengkapan darurat di tempat yang mudah dijangkau.

Beberapa barang penting yang perlu tersedia antara lain senter, baterai cadangan, power bank, obat-obatan, air minum, dan makanan ringan.

Pemadaman listrik memang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi dengan persiapan yang baik dampaknya dapat diminimalkan.

Menyiapkan perlengkapan darurat dan mengetahui langkah yang tepat akan membantu kamu tetap aman, nyaman, dan tenang hingga listrik kembali menyala. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.