Tak Perlu Mahal, Inilah Rahasia Memutihkan Gigi Kuning dengan Cara Alami di Rumah

AKURAT JAKARTA - Memiliki gigi putih dan bersih menjadi impian banyak orang karena dapat meningkatkan rasa percaya diri saat berbicara maupun tersenyum.
Namun, kebiasaan minum kopi, teh, merokok, hingga kurang menjaga kebersihan mulut sering membuat warna gigi berubah menjadi kekuningan.
Kondisi ini kerap sulit diatasi meski sudah rutin menyikat gigi setiap hari.
Tak sedikit orang akhirnya mencoba berbagai cara alami menggunakan bahan dapur yang mudah ditemukan di rumah.
Selain praktis dan lebih hemat, beberapa bahan alami dipercaya dapat membantu mengurangi noda pada permukaan gigi.
Meski begitu, penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak enamel gigi.
Berikut beberapa cara alami yang sering digunakan untuk membantu memutihkan gigi kuning membandel.
1. Menggunakan Baking Soda (Natrium Bikarbonat)
Baking soda dikenal memiliki sifat abrasif ringan yang dipercaya mampu membantu mengangkat noda pada permukaan gigi.
Banyak orang mencampurkan sedikit baking soda dengan air lalu menggunakannya sebagai pasta gigi alami.
Namun, penggunaannya tidak boleh terlalu sering karena bisa mengikis lapisan enamel jika berlebihan.
2. Menggunakan Minyak Kelapa (Oil Pulling)
Metode oil pulling dilakukan dengan cara berkumur menggunakan minyak kelapa selama beberapa menit.
Cara alami ini dipercaya membantu membersihkan bakteri dan menjaga kesehatan mulut.
Selain membuat napas lebih segar, minyak kelapa juga sering digunakan untuk membantu mengurangi warna kuning pada gigi.
=====
3. Menggunakan Kulit Pisang
Kulit pisang mengandung mineral seperti kalium dan magnesium yang dipercaya baik untuk kesehatan gigi.
Beberapa orang memanfaatkan bagian dalam kulit pisang dengan cara menggosokkannya perlahan ke permukaan gigi selama beberapa menit sebelum berkumur.
4. Menggunakan Stroberi
Stroberi mengandung asam malat yang dipercaya membantu mengurangi noda pada gigi.
Buah ini biasanya dihaluskan lalu digunakan pada permukaan gigi dalam waktu singkat.
Meski begitu, kandungan asam pada stroberi tetap perlu diperhatikan agar tidak digunakan terlalu sering.
5. Menggunakan Cuka Apel
Cuka apel dikenal memiliki kandungan asam yang dapat membantu membersihkan noda membandel pada gigi.
Penggunaannya biasanya dicampur dengan air sebelum digunakan berkumur.
Namun, karena sifatnya cukup asam, penggunaan cuka apel harus dibatasi agar tidak merusak enamel gigi.
Meski berbagai bahan alami tersebut populer digunakan, menjaga kebersihan mulut tetap menjadi langkah utama untuk mendapatkan gigi sehat dan bersih.
Jika warna gigi tidak kunjung membaik atau muncul masalah lain pada mulut, kamu disarankan berkonsultasi dengan dokter gigi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya







