Bukan Sembarangan, Ternyata Ada Trik Psikologi di Balik Desain Supermarket Tanpa Jendela

AKURAT JAKARTA - Pernahkah kamu menyadari bahwa sebagian besar supermarket hampir tidak memiliki jendela?
Sekilas hal ini mungkin terlihat seperti bagian dari desain bangunan biasa.
Namun ternyata, konsep tersebut dibuat dengan berbagai pertimbangan psikologi dan strategi pemasaran yang sudah dirancang secara matang.
Banyak supermarket sengaja menciptakan suasana yang membuat pengunjung merasa nyaman dan betah berlama-lama di dalam toko.
Mulai dari pencahayaan, tata letak produk, hingga desain ruangan dibuat untuk memengaruhi perilaku konsumen saat berbelanja.
Tidak heran jika tanpa sadar kamu sering membeli barang lebih banyak dari rencana awal.
Salah satu alasan utama supermarket dibuat tanpa jendela adalah agar pengunjung kehilangan kesadaran terhadap waktu.
Ketika tidak ada akses melihat kondisi luar ruangan, otak menjadi lebih sulit memperkirakan waktu yang telah dihabiskan di dalam toko.
Akibatnya, pengunjung cenderung lebih lama berkeliling dan melihat lebih banyak produk.
Penelitian dari Universitas Bangor pada 2013 menyebutkan bahwa pembeli mulai membuat keputusan yang lebih emosional setelah sekitar 23 menit berada di supermarket.
Sementara itu, setelah memasuki menit ke-40, fungsi otak dinilai menjadi kurang stabil sehingga keputusan keuangan lebih mudah dilakukan secara impulsif.
Dengan tidak adanya jendela, perhatian pengunjung juga lebih fokus pada rak-rak barang dibanding suasana luar.
Strategi ini dianggap efektif untuk meningkatkan peluang pembelian tambahan yang sebelumnya tidak direncanakan.
Selain faktor psikologis, pengaturan cahaya juga menjadi alasan penting mengapa supermarket minim jendela.
Sistem pencahayaan di dalam toko biasanya diatur secara khusus, mulai dari warna, tingkat terang, hingga arah pencahayaan agar produk terlihat lebih menarik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya


