Jakarta

Kenali 11 Ciri Permintaan Maaf yang Tidak Tulus agar Kamu Tak Mudah Terkecoh

Anggerhana Denni Rahmawati | 15 Mei 2026, 15:00 WIB
Kenali 11 Ciri Permintaan Maaf yang Tidak Tulus agar Kamu Tak Mudah Terkecoh
Tak semua permintaan maaf itu tulus.

AKURAT JAKARTA - Meminta maaf merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dalam menjaga hubungan dengan orang lain.

Namun, tidak semua ucapan maaf benar-benar lahir dari ketulusan hati.

Dalam beberapa situasi, permintaan maaf justru terasa seperti formalitas, sekadar ingin meredakan konflik, atau bahkan menjadi cara untuk menghindari kesalahan.

Banyak orang mungkin pernah merasa bingung setelah menerima permintaan maaf.

Bukannya merasa lega, suasana justru terasa canggung, menyakitkan, atau membuat kamu merasa bersalah.

Hal tersebut bisa terjadi karena permintaan maaf yang disampaikan tidak dibarengi dengan empati dan kesadaran penuh atas kesalahan yang dilakukan.

Psikolog menyebut bahwa permintaan maaf yang sehat bukan hanya tentang mengucapkan kata “maaf”, tetapi juga tentang pengakuan kesalahan, rasa tanggung jawab, dan perubahan perilaku setelahnya.

Karena itu, penting memahami ciri-ciri permintaan maaf yang tidak tulus agar kamu bisa mengenali pola komunikasi yang kurang sehat dalam hubungan pertemanan, keluarga, maupun pasangan.

Baca Juga: Tanpa Disadari, 7 Sifat Ini Bisa Muncul saat Dewasa karena Sering Dibandingkan Orangtua

1. Menggunakan Kata “Kalau”

Permintaan maaf seperti “Maaf kalau kamu tersinggung” sering dianggap tidak tulus karena terdengar menggantung.

Fokusnya bukan pada kesalahan pelaku, melainkan pada reaksi orang lain.

2. Mengucapkan “Maaf, Tapi…”

Kalimat ini biasanya diikuti pembelaan atau alasan tertentu.

Akibatnya, inti permintaan maaf menjadi hilang karena pelaku justru mencoba membenarkan tindakannya.

3. Menyalahkan Perasaan Orang Lain

Contohnya seperti, “Aku minta maaf kamu terlalu sensitif.”

Baca Juga: 7 Tempat Wisata Favorit di Jakarta untuk Long Weekend Bersama Keluarga

Kalimat tersebut tidak menunjukkan pengakuan kesalahan, tetapi malah menyalahkan cara orang lain merespons situasi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.