Semakin Dewasa, Ternyata Ini 8 Tipe Teman yang Sebaiknya Dijauhi

AKURAT JAKARTA - Seiring bertambahnya usia, kualitas pertemanan menjadi lebih penting dibanding jumlah teman.
Lingkungan sosial yang sehat bisa membantu menjaga kesehatan mental dan membuat hidup terasa lebih tenang.
Sebaliknya, beberapa tipe teman justru dapat menguras energi dan memicu stres berkepanjangan.
Dalam psikologi, hubungan sosial yang tidak sehat dapat memengaruhi emosi, rasa percaya diri, hingga cara kamu menjalani hidup.
Karena itu, penting untuk mulai lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan.
Berikut beberapa tipe teman yang sebaiknya mulai kamu jauhi.
Baca Juga: Bukan Sekadar Konser, Ini Alasan Sunset di Kebun Diburu Anak Muda
1. Teman yang selalu negatif
Mereka sering mengeluh, pesimis, dan menyebarkan energi buruk.
Emosi negatif seperti ini bisa ikut memengaruhi suasana hati kamu.
2. Teman yang datang saat butuh
Jika seseorang hanya muncul ketika membutuhkan bantuan tetapi tidak ada saat kamu kesulitan, hubungan itu tidak sehat dan bisa melelahkan secara emosional.
3. Teman yang suka meremehkan
Candaan yang menjatuhkan atau komentar yang merendahkan dapat perlahan merusak rasa percaya diri kamu.
Baca Juga: Dari Tari hingga Teater, Puncak Pagelaran Sabang Merauke 2026 Janjikan Pertunjukan Tak Biasa
4. Teman yang terlalu kompetitif
Teman yang selalu membandingkan pencapaian dan sulit ikut bahagia atas keberhasilanmu bisa membuat hubungan terasa tidak nyaman.
5. Teman yang tidak menghargai batasan
Orang yang sering melanggar privasi atau memaksa kehendak menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap kamu.
6. Teman yang penuh drama
Terlalu sering terlibat konflik dan gosip dapat membuat hidup terasa lebih rumit dan melelahkan.
Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele, Ini Tanda Perilaku Anak Usia 4-5 Tahun yang Perlu Diwaspadai
7. Teman yang tidak berkembang
Jika seseorang terus berpikir negatif dan menolak berubah, mereka bisa menghambat perkembangan dirimu juga.
8. Teman yang tidak tulus
Teman yang bermuka dua atau suka memanipulasi dapat merusak rasa aman dan kepercayaan dalam hubungan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






