Jakarta

Aneh! Kopaja Mendadak Batal Angkut Massa Demo, BEM UI Minta Kemenhub dan Sopir Buka Suara

Laode Akbar | 19 Agustus 2026, 14:54 WIB
Aneh! Kopaja Mendadak Batal Angkut Massa Demo, BEM UI Minta Kemenhub dan Sopir Buka Suara
Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) Anandaku Dimas Rumi. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) mengungkap adanya pembatalan sejumlah Kopaja yang sebelumnya disiapkan untuk mengangkut massa aksi demonstrasi di kawasan menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Anandaku Dimas Rumi, mengatakan bahwa pembatalan tersebut terjadi secara mendadak pada hari pelaksanaan aksi.

Ia mengaku mendapat informasi bahwa pembatalan kendaraan berkaitan dengan adanya surat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Kita hari ini tahu bahwa Kopaja-Kopaja ini mendapatkan intimidasi dengan surat dari kementerian juga. Mungkin ini bisa dikonfirmasi ya, kita tidak tahu juga kepastiannya," kata Dimas usai aksi, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Ngeri! Polda Metro Amankan 21 Orang Saat Demo BEM UI, Temukan Pisau hingga Botol Diduga untuk Molotov

Ia menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi mengenai adanya surat dari Kemenhub tersebut.

Karena itu, Dimas meminta informasi tersebut dikonfirmasi langsung kepada pihak kementerian maupun para sopir Kopaja.

"Kita tiba-tiba di-cancel semua Kopaja-nya. Kita juga enggak tahu kenapa. Ada kabar seperti itu, silakan dikonfirmasi, silakan ke Kementerian Perhubungan mungkin bisa mengeluarkan pernyataan, atau mungkin supir-supir Kopaja bisa mengeluarkan pernyataan resminya," ujarnya.

Dimas menyebut informasi pembatalan tersebut diterima pihaknya pada Selasa pagi, beberapa jam sebelum massa menggelar aksi.

Baca Juga: Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Playoff UCL, 20 Agustus 2026: Duel Ketat di Glasgow

Kendati menghadapi kendala transportasi, Dimas memastikan persoalan tersebut tidak akan menghentikan gerakan mahasiswa.

Menurutnya, aksi tersebut bukan semata-mata gerakan mahasiswa, tetapi juga bagian dari perjuangan masyarakat.

"Gerakan ini bukan gerakan milik mahasiswa saja, bukan gerakan mahasiswa belaka. Ini adalah gerakan milik rakyat," tuturnya.

Ia mengatakan, mahasiswa akan berupaya mencari cara lain untuk tetap menyampaikan aspirasi apabila menghadapi kendala serupa di kemudian hari.

"Jika hanya tinggal sisa kaki kita untuk melangkah ke sini, maka itu yang akan kita gunakan," tegas Dimas.

Dimas juga berharap para sopir Kopaja tidak takut apabila benar terdapat tekanan atau ancaman terkait keterlibatan mereka dalam mengangkut massa aksi.

Baca Juga: Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih

Menurutnya, mahasiswa juga memperjuangkan hak para sopir untuk mendapatkan kesejahteraan dan menjalankan pekerjaannya sesuai aturan.

"Supir Kopaja tidak perlu takut ketika mereka diancam untuk izinnya dicabut, bahwa apa yang kita lakukan adalah kita memperjuangkan juga hak-hak supir Kopaja," katanya.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian dari pihak BEM FH UI mengenai bentuk surat yang dimaksud maupun pihak yang mengeluarkannya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.