Jakarta

5 Cara Membantu Anak Terbuka Setelah Pengalaman Buruk

Anggerhana Denni Rahmawati | 2 Mei 2026, 15:15 WIB
5 Cara Membantu Anak Terbuka Setelah Pengalaman Buruk
Hubungan orangtua dan anak yang baik. (Freepik)

AKURAT JAKARTA - Menghadapi anak setelah mengalami kejadian buruk bukan hal yang mudah.

Kamu mungkin ingin segera membuatnya kembali ceria, tetapi prosesnya tidak sesederhana itu.

Setiap anak memiliki cara berbeda dalam merespons pengalaman yang menyakitkan, mulai dari diam, marah, hingga menjadi lebih bergantung.

Dalam situasi seperti ini, komunikasi menjadi kunci utama untuk membantu pemulihan emosinya.

Bukan sekadar berbicara, tetapi bagaimana kamu hadir dan benar-benar memahami perasaannya.

Jika dilakukan dengan tepat, hubungan antara kamu dan anak justru bisa menjadi lebih kuat.

1. Dengarkan tanpa menghakimi

Berikan ruang bagi anak untuk bercerita dengan caranya sendiri.

Baca Juga: Prediksi Skor Como vs Napoli di Serie A, 2 Mei 2026: Partenopei Uji Kebangkitan Lariani

“Jadi anak butuh ceritanya dipercaya dan emosinya diterima.”

Hindari menyela atau langsung menasihati.

2. Validasi perasaan anak

Jangan memaksa anak cepat pulih.

Orangtua perlu dorong mereka untuk curhat apa yang dirasakan.

Bahkan tidak harus dengan orangtua, tapi bisa kepada orang lain yang dipercaya.

Kalimat sederhana seperti “wajar kalau kamu takut” sangat membantu.

Baca Juga: Rahasia Mulai Lari untuk Pemula dengan Berat Badan Berlebih

3. Bangun rutinitas yang konsisten

Rutinitas sederhana seperti ngobrol sebelum tidur dapat memberi rasa aman.

Konsistensi membantu anak merasa hidup kembali stabil.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.