Jakarta

Jangan Sampai Keliru! Ketahui Cara Bedakan Kritikmu Objektif atau Justru Menyerang Personal

Anggerhana Denni Rahmawati | 25 April 2026, 08:30 WIB
Jangan Sampai Keliru! Ketahui Cara Bedakan Kritikmu Objektif atau Justru Menyerang Personal
Ilustrasi cara menyampaikan kritik terhadap orang lain. (Freepik)

AKURAT JAKARTA - Cara mengecek kritikmu masih objektif atau sudah menyerang personal penting untuk kamu pahami dalam komunikasi sehari-hari.

Dengan mengetahui cara mengecek kritikmu masih objektif atau sudah menyerang personal bisa membantu menjaga hubungan tetap sehat.

Bahkan, mengetahui hal tersebut juga menentukan apakah pesanmu akan diterima atau justru memicu konflik.

Banyak orang tidak sadar bahwa kritik yang disampaikan bisa berubah menjadi serangan pribadi.

Padahal, perbedaan tipis ini sangat berpengaruh pada dampaknya.

1. Fokus pada masalah, bukan orangnya

Langkah awal adalah melihat apa yang kamu soroti.

Kritik yang objektif menyinggung perilaku atau hasil kerja yang bisa diperbaiki.

Sebaliknya, jika kamu mulai menilai karakter atau memberi label negatif, kritik tersebut sudah mengarah ke personal dan kehilangan nilai konstruktifnya.

2. Perhatikan pilihan kata

Bahasa yang digunakan menjadi penentu utama. Kritik yang sehat biasanya memakai kata-kata netral dan spesifik.

Namun jika kamu menggunakan istilah yang merendahkan atau menggeneralisasi seperti “selalu” atau “tidak pernah”, itu menandakan adanya emosi yang berlebihan.

Baca Juga: Bukan Cinta, Ini 7 Tanda Kamu Hanya Butuh Validasi dalam Sebuah Hubungan

3. Cek niat di balik kritik

Tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu ingin membantu atau sekadar meluapkan emosi.

Kritik yang objektif muncul dari niat memperbaiki keadaan.

Jika didorong rasa kesal atau ingin menjatuhkan, maka kritik cenderung berubah menjadi serangan personal.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.