Jakarta

Self Reward dengan Belanja? Ini 7 Bahaya yang Jarang Disadari

Anggerhana Denni Rahmawati | 4 April 2026, 10:30 WIB
Self Reward dengan Belanja? Ini 7 Bahaya yang Jarang Disadari

AKURAT JAKARTA - Setelah lelah bekerja, banyak orang memilih berbelanja sebagai bentuk penghargaan diri atau self reward.

Aktivitas ini memang terasa menyenangkan dan mampu memberikan rasa lega dalam waktu singkat.

Namun, jika dilakukan secara impulsif dan berulang, kebiasaan ini justru bisa menimbulkan berbagai masalah, baik dari sisi keuangan maupun emosional.

Baca Juga: WFH ASN DKI Tiap Jumat: Komisi A DPRD Ingatkan Disiplin dan Pelayanan Publik Tak Boleh Kendor

Berikut sejumlah bahaya yang bisa muncul ketika kamu terlalu sering memaklumi belanja impulsif sebagai bentuk self reward:

1. Mengaburkan batas kebutuhan dan keinginan

Saat kamu terbiasa memberi “hadiah” pada diri sendiri, barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan bisa terasa penting.

Baca Juga: Zaki Iskandar Puji Transformasi Timnas Indonesia di Bawah Kendali John Herdman

Lama-kelamaan, kamu akan kesulitan membedakan mana kebutuhan dan mana sekadar keinginan.

2. Memicu keputusan tanpa pertimbangan matang

Rasa lelah membuat kemampuan berpikir menjadi kurang optimal.

Baca Juga: Prediksi Skor Hamburger SV vs Augsburg di Bundesliga, 4 April 2026: Duel Dua Tim Terluka di Volksparkstadion

Dalam kondisi ini, kamu cenderung mengambil keputusan cepat demi mendapatkan rasa nyaman, termasuk berbelanja tanpa memikirkan konsekuensinya.

3. Memberikan kepuasan sesaat

Belanja memang bisa menghadirkan rasa senang, tetapi biasanya hanya bertahan sebentar.

Baca Juga: Prediksi Skor Borussia Monchengladbach vs Heidenheim di Bundesliga, 4 April 2026: Die Fohlen Incar Momentum Kandang

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.