Jakarta

Sering Dilakukan, Ternyata Waxing Punya 8 Risiko Ini

Anggerhana Denni Rahmawati | 4 April 2026, 09:30 WIB
Sering Dilakukan, Ternyata Waxing Punya 8 Risiko Ini
Risiko melakukan waxing yang perlu diketahui. (Freepik)

AKURAT JAKARTA - Waxing memang menjadi salah satu metode favorit untuk menghilangkan bulu karena hasilnya lebih tahan lama dibandingkan mencukur.

Selain praktis, metode ini juga relatif terjangkau sehingga banyak dipilih untuk perawatan rutin.

Namun, di balik kelebihannya, waxing tetap memiliki sejumlah risiko yang perlu kamu perhatikan agar tidak berdampak buruk pada kesehatan kulit.

Baca Juga: Paskah 2026, Katedral Jakarta Terapkan Registrasi Daring dan Siapkan 5.000 Kursi Jamaat

Pada kondisi tertentu seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau Cushing syndrome, pertumbuhan rambut berlebih sering terjadi sehingga waxing kerap menjadi solusi.

Metode ini membantu meningkatkan rasa percaya diri, tetapi tetap harus dilakukan dengan hati-hati.

Berikut beberapa risiko waxing yang perlu kamu waspadai:

Baca Juga: Prediksi Skor Mallorca vs Real Madrid di La Liga, 4 April 2026: Ujian Berat Los Piratas Hadapi Los Blancos

1. Nyeri saat proses pencabutan

Rasa sakit menjadi efek paling umum karena rambut dicabut langsung dari akar.

Tingkat nyeri bisa berbeda tergantung sensitivitas kulit kamu.

Baca Juga: New Toyota Rush 2026 Hadir Lebih Gagah dengan Mesin 2NR-VE dan Fitur Canggih, Low SUV Ini Makin Serius dengan Desain Sporty dan Teknologi Lengkap

2. Ingrown hair (rambut tumbuh ke dalam)

Setelah waxing, rambut bisa tumbuh ke dalam kulit dan menyebabkan benjolan kecil yang mengganggu.

3. Jerawat dan pori-pori terbuka

Baca Juga: Prediksi Skor Strasbourg vs Nice di Ligue 1, 4 April 2026: Le Racing Bidik Momentum Eropa di Meinau

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.