Bahaya Tersembunyi Vape, Ancaman Penyakit Langka Popcorn Lung Mengintai Paru-Paru

AKURAT JAKARTA - Di balik aroma vape yang manis dan tampilan modern, tersembunyi ancaman serius bagi kesehatan paru-paru para penggunanya.
Banyak orang mengira vape lebih aman dibanding rokok, padahal uap kimia yang dihirup tetap berpotensi menimbulkan penyakit berbahaya.
Salah satu risiko kesehatan yang paling ditakuti dari penggunaan vape adalah penyakit paru-paru langka bernama popcorn lung.
Penyakit ini secara medis dikenal sebagai bronchiolitis obliterans yang menyerang saluran udara terkecil di dalam paru-paru.
Saat penyakit popcorn lung terjadi, bronkiolus akan mengalami peradangan dan perlahan menyempit akibat luka permanen.
Akibatnya, penderita bisa mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, hingga kesulitan bernapas dalam aktivitas sehari-hari.
Masalah utama dari vape terletak pada kandungan bahan kimia bernama diasetil yang sering digunakan sebagai penambah rasa.
Diasetil biasa dipakai untuk memberi rasa mentega atau kue pada produk makanan dan cairan rokok elektrik.
Zat ini mungkin relatif aman jika dikonsumsi melalui makanan, tetapi menjadi sangat berbahaya jika dipanaskan dan dihirup.
Baca Juga: Rencana Liburan ke Kebun Raya Bogor? Simak Daya Tarik dan Info Tiketnya
Ketika uap yang mengandung diasetil masuk ke paru-paru, zat tersebut dapat memicu kerusakan jaringan secara perlahan.
Selain diasetil, beberapa produk vape juga mengandung senyawa lain seperti asetaldehida yang bersifat racun bagi tubuh.
Asetaldehida dapat merusak lapisan mulut, tenggorokan, hingga saluran pernapasan ketika terpapar panas tinggi dari alat vape.
Baca Juga: Jangan di Rumah Saja! Ini 5 Event Seru Jakarta Akhir Pekan yang Bisa Dikunjungi
Banyak pengguna merasa aman karena vape tidak menimbulkan bau menyengat seperti rokok tembakau pada umumnya.
Namun, ketiadaan bau bukan berarti uap yang dihasilkan bebas dari risiko kerusakan organ dalam tubuh manusia.
Produk vape yang dijual bebas tanpa pengawasan ketat justru berpotensi lebih tinggi mengandung bahan kimia berbahaya.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Gas Tertawa dari Dunia Medis hingga Disalahgunakan
Gejala popcorn lung biasanya berupa sesak napas, batuk terus-menerus, mengi, kelelahan, hingga keringat berlebih di malam hari.
Jika dibiarkan tanpa penanganan, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan permanen yang tidak bisa disembuhkan kembali.
Pengobatan memang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala, tetapi tidak mampu memulihkan paru-paru seperti semula.
Baca Juga: Teluk Hantu: Dibalik Namanya yang Seram, Menjadi Destinasi Wisata Menenangkan
Oleh sebab itu, langkah terbaik untuk melindungi kesehatan adalah menghindari paparan uap kimia dari vape sejak dini.
Mencegah selalu jauh lebih mudah daripada mengobati, terutama jika menyangkut organ vital seperti paru-paru.
Jangan biarkan kebiasaan sesaat merusak kesehatan jangka panjang dan mengancam kualitas hidup di masa depan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






