Jangan Berlebihan! Ini Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Demi Tubuh Lebih Sehat

AKURAT JAKARTA - Pola makan sehat menjadi fondasi penting dalam menjaga daya tahan tubuh, karena asupan nutrisi harian sangat memengaruhi fungsi organ dan metabolisme.
Di antara banyak zat gizi, gula, garam, dan lemak sering dikonsumsi berlebihan karena tersembunyi dalam makanan sehari-hari yang tampak praktis.
Batas konsumsi gula, garam, dan lemak perlu diperhatikan untuk energi, keseimbangan cairan, serta fungsi sel dalam tubuh.
Baca Juga: Pulau Sjahrir Banda Neira, Pesona Wisata Sunyi Penuh Sejarah dan Alam Tropis
Konsumsi gula yang melampaui batas harian dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe dua, hingga masalah gigi pada usia muda.
Gula tambahan yang dimaksud berasal dari minuman manis, kue, dan makanan olahan, bukan dari buah segar atau susu alami.
Untuk orang dewasa, batas aman gula tambahan berkisar 25 - 36 gram per hari.
Baca Juga: Pantai Tanjung Gundul Banggai, Pesona Sunyi Sulawesi yang Eksotik
Garam atau natrium juga memiliki peran penting dalam menjaga tekanan darah dan kerja saraf, tetapi kelebihannya berdampak serius.
Asupan garam berlebih terbukti berkaitan dengan hipertensi yang menjadi pintu masuk berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) menganjurkan konsumsi garam tidak lebih dari 5 gram per hari atau setara satu sendok teh.
Baca Juga: Durian, Buah Tropis Kontroversial yang Menyimpan Beragam Manfaat Kesehatan
Lemak sering dianggap musuh, padahal zat ini berperan dalam penyerapan vitamin serta pembentukan hormon penting tubuh.
Masalah muncul ketika lemak jenuh dan lemak trans dari makanan olahan dikonsumsi terlalu sering tanpa kendali.
Pedoman gizi menyarankan asupan lemak jenuh untuk orang dewasa sekitar 20 - 30 gram per hari.
Lemak sehat dari ikan, alpukat, kacang, dan minyak zaitun terbukti membantu menjaga kesehatan jantung secara alami.
Memahami kebutuhan gula, garam, dan lemak membantu masyarakat lebih sadar dalam membaca label gizi pada kemasan makanan.
Kebiasaan memasak sendiri di rumah dapat menjadi langkah sederhana untuk mengontrol jumlah gula, garam, dan lemak.
Mengganti minuman manis dengan air putih dan membatasi makanan instan juga efektif menurunkan asupan berlebih.
Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Dengan pola makan terkontrol, risiko penyakit kronis dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






