Durian, Buah Tropis Kontroversial yang Menyimpan Beragam Manfaat Kesehatan

AKURAT JAKARTA - Durian dikenal luas sebagai buah tropis khas Asia Tenggara yang memiliki aroma kuat namun rasa manis legit yang digemari banyak orang.
Di Indonesia, durian tidak hanya dianggap sebagai buah musiman, tetapi juga bagian dari budaya kuliner yang lekat dengan masyarakat.
Di balik aromanya yang sering menuai pro dan kontra, durian ternyata juga mempunyai manfaat kesehatan yang tidak banyak orang ketahui.
Baca Juga: Resep Kentang Mustofa Renyah Anti Gagal, Cocok untuk Stok Sahur dan Buka Puasa
Durian mengandung karbohidrat, serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang berperan penting dalam mendukung fungsi tubuh.
Dalam 100 gram daging durian, terdapat kalori yang cukup tinggi sehingga mampu menjadi sumber energi tambahan bagi tubuh.
Karbohidrat dalam durian diolah menjadi glukosa yang kemudian digunakan sel tubuh untuk menjalankan aktivitas fisik dan mental.
Kandungan ini membuat durian sering dikonsumsi untuk membantu memulihkan energi setelah aktivitas berat atau kelelahan.
Selain sebagai sumber energi, durian juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan secara alami.
Serat yang terkandung di dalam durian membantu melancarkan pergerakan usus dan mencegah terjadinya sembelit.
Baca Juga: Sering Alot? 5 Teknik Membuat Cumi Bakar Ini Bikin Kamu Kaget dengan Hasilnya
Serat tersebut juga bersifat prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam saluran pencernaan.
Manfaat durian lainnya adalah perannya dalam membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Vitamin C yang terdapat dalam durian berfungsi memperkuat sistem imun serta melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Baca Juga: Wisata Kopi Nusantara: Indonesia Jadi Negara Dengan Coffee Shop Terbanyak di Dunia
Durian juga mengandung kalium, mineral penting yang membantu menjaga keseimbangan tekanan darah dalam tubuh.
Kalium bekerja dengan cara mengurangi kadar natrium berlebih dan membantu melemaskan pembuluh darah.
Kandungan antioksidan seperti quercetin dan karotenoid dalam durian membantu melawan stres oksidatif.
Baca Juga: Empat Warung Kopi Tertua di Indonesia, Legendaris dan Tetap Bertahan hingga Kini
Stres oksidatif diketahui menjadi salah satu faktor pemicu penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit jantung.
Beberapa penelitian menunjukkan antioksidan dalam durian berpotensi menghambat pertumbuhan sel abnormal.
Meski begitu, manfaat tersebut tetap memerlukan dukungan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitasnya.
Baca Juga: Sajian Praktis di Rumah, Resep Ayam Bumbu Kecap yang Manis dan Gurih
Konsumsi durian dalam jumlah wajar juga dapat membantu mengurangi rasa lelah dan menjaga stamina tubuh.
Vitamin B kompleks dalam durian berperan penting dalam metabolisme energi dan fungsi sistem saraf.
Namun, konsumsi durian secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti mual dan perut kembung.
Baca Juga: Pulau Sjahrir Banda Neira, Pesona Wisata Sunyi Penuh Sejarah dan Alam Tropis
Penderita diabetes perlu membatasi konsumsi durian karena kandungan gula alaminya tergolong cukup tinggi.
Ibu hamil dan menyusui disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi durian secara rutin
Durian juga tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan alkohol karena dapat memicu reaksi tidak nyaman.
Baca Juga: Wisata Kuliner Menteng: Menikmati Rasa Klasik yang Bertahan Puluhan Tahun di Jantung Jakarta
Dengan pengaturan porsi yang tepat, durian tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Kesadaran dalam mengonsumsi durian menjadi kunci agar manfaat kesehatannya bisa dirasakan tanpa risiko. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





