Dongeng Anak: Kisah Anak Gembala Iseng dan Serigala

AKURAT JAKARTA - Di sebuah desa yang tenang dan dikelilingi alam hijau yang luas, hiduplah seorang anak gembala yang setiap hari menemani kambing-kambingnya di padang rumput.
Hari-harinya tampak sederhana, namun tanpa disadari, sebuah kebiasaan kecil dapat membawa pelajaran besar.
Dongeng ini akan mengajak kita mengikuti kisah seorang anak yang gemar bercanda, hingga akhirnya belajar arti kejujuran dan kepercayaan.
Kisah berjudul "Kisah Anak Gembala Iseng Dan Serigala" ini diambil langsung dari Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat Jakarta.
Kisah Anak Gembala Iseng Dan Serigala
Di kaki sebuah bukit hijau yang luas, hiduplah seorang anak gembala bernama Gemba.
Baca Juga: South Quarter Dome Jakarta, Ruang Estetik Gratis dengan Vibes Singapura
Setiap hari ia menggembalakan puluhan kambing.
Pekerjaan Gemba sebenarnya tidak berat, tapi sangat membosankan.
Ia hanya duduk di bawah pohon sambil memperhatikan kambing-kambing yang makan rumput.
Baca Juga: Dongeng Anak: Kisah Pungguk Merindukan Bulan
Kadang-kadang, Gemba memainkan seruling bambunya untuk mengusir rasa bosan.
Suaranya merdu, tapi tak ada teman manusia yang bisa diajak bicara.
Suatu hari, Gemba mendapat ide iseng.
Baca Juga: Cabai Jawa, Rempah Nusantara yang Menyimpan Manfaat Kesehatan Alami bagi Tubuh
Ia berpikir akan seru kalau bisa membuat penduduk desa berlarian ke bukit.
“Hahaha, pasti lucu melihat mereka panik!” gumamnya.
Lalu Gemba berdiri dan berteriak keras, “Tolong! Tolong! Ada serigala! Serigala datang menyerang kambing!”
Baca Juga: Drama Politik AS dan Tensi Global Memanas, Harga Emas Dunia Cetak Rekor
Mendengar teriakan Gemba, warga desa berlarian ke arah bukit untuk membantu.
Tapi ketika mereka tiba di atas bukit, tidak ada serigala sama sekali.
Yang ada hanya Gemba yang tertawa terbahak-bahak sampai terpingkal-pingkal.
Baca Juga: Waspada Konsumsi Vitamin C Berlebihan di Musim Hujan
“Hahaha! Wajah kalian lucu sekali! Aku cuma bercanda!” kata Gemba sambil tertawa.
Warga menggeleng kesal dan pulang sambil menggerutu.
Keesokan harinya, Gemba kembali merasa bosan.
Baca Juga: Makanan Penjaga Kesehatan Usus, Kunci Pencernaan Sehat dan Daya Tahan Tubuh yang Lebih Kuat
Ia teringat betapa lucunya melihat orang-orang panik kemarin.
“Sekali lagi saja, pasti lebih seru,” pikirnya.
Gemba kembali berteriak keras, “Tolong! Ada serigala! Ada serigala!”
Baca Juga: Green Tea, Matcha, dan Hojicha: Memahami Perbedaan Teh Hijau untuk Kesehatan dan Kebutuhan Tubuh
Lagi-lagi warga desa berlari ke bukit.
ketika mereka sampai, tidak ada serigala, hanya Gemba yang tertawa lebih keras dari sebelumnya.
“Kau nakal sekali, Gemba! Kalau kau berbohong lagi, kami tidak akan percaya padamu!” kata salah satu warga senior dengan wajah tegas.
Baca Juga: Mengenal Super Flu, Gejala yang Perlu Diwaspadai, dan Cara Mencegah Penularannya
Beberapa hari kemudian, saat sore menjelang, Gemba melihat bayangan hitam bergerak di balik semak. Seekor serigala sungguhan muncul!
“Serigala! Serigala sungguhan!” teriak Gemba sekuat tenaga sambil melambaikan tangannya. Tapi kali ini, tidak ada yang datang.
Saat itu, serigala benar-benar menyerang kawanan kambing.
Baca Juga: Kombucha, Minuman Fermentasi Populer yang Dipercaya Baik untuk Kesehatan Tubuh
Hewan-hewan malang itu berlari ketakutan, tapi tak warga yang menolong mereka.
Tolong! Aku tidak bohong kali ini!” Tapi sudah terlambat, serigala membawa pergi beberapa biri-biri dan menghilang ke dalam hutan. Gemba menangis sejadi-jadinya. “
Sejak hari itu, Gemba tidak pernah lagi berbohong.
Baca Juga: Bonding Orang Tua dan Anak, Pilar Emosional bagi Kesehatan Mental Sejak Usia Dini
Ia sadar, kepercayaan yang rusak sulit diperbaiki.
Ia belajar bahwa sekali berbohong, kebenaran pun tak lagi dipercaya.
Dari peristiwa yang dialaminya, Gemba juga memahami bahwa kejujuran adalah hal yang sangat berharga.
Kepercayaan orang lain tidak bisa dibangun dengan kebohongan, apalagi dengan candaan yang menyakiti.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa berkata jujur adalah kunci agar kita selalu dipercaya dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Versi animasi Kisah Anak Gembala Iseng Dan Serigala ini bisa kamu tonton lewat LINK ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





