Empat Penyebab Stunting yang Sering Tak Disadari Orang Tua

AKURAT JAKARTA - Setiap orang tua tentu mendambakan anak yang tumbuh sehat, kuat, dan cerdas.
Namun realitas menunjukkan bahwa kasus stunting masih menjadi persoalan besar di Indonesia.
Stunting sendiri merupakan kondisi ketika pertumbuhan tinggi badan anak tidak sesuai dengan standar usianya.
Baca Juga: Bikin Awet! 6 Cara Menyimpan Cumi agar Tetap Segar Berhari-hari
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2024 mencatat sekitar 19,8 persen anak Indonesia mengalami stunting, sebuah angka yang menunjukkan perlunya perhatian lebih serius.
Dampak dari stunting tidak hanya terlihat pada fisik, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan otak, kekebalan tubuh, hingga kualitas kesehatan jangka panjang.
Sering kali, faktor penyebabnya justru muncul dari hal-hal sederhana yang kamu temui setiap hari.
Baca Juga: 7 Cara Menyimpan Kubis agar Tetap Segar hingga Berminggu-minggu
Padahal, kebiasaan tersebut memiliki peran besar dalam menentukan kualitas pertumbuhan anak.
Memahami penyebab dan risiko stunting menjadi langkah penting agar kamu bisa memberikan perlindungan optimal bagi si kecil.
Menurut World Health Organization (WHO), terdapat beberapa faktor penyebab stunting yang perlu kamu waspadai:
1. Pengetahuan orang tua tentang gizi anak masih terbatas
Asupan nutrisi sejak masa kehamilan adalah fondasi penting pertumbuhan anak.
Pada 1.000 hari pertama kehidupan, bayi membutuhkan nutrisi lengkap, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, ASI eksklusif selama enam bulan, hingga MPASI yang sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Rafflesia Rejang Lebong Tarik Wisatawan Oxford Hingga Rusia
Kurangnya pemahaman tentang makanan sehat bisa membuat nutrisi anak tidak tercukupi.
Selain itu, ketidaktahuan mengenai bahaya alkohol saat hamil juga berisiko menyebabkan sindrom alkohol janin yang merusak perkembangan otak bayi.
2. Infeksi berulang yang tidak ditangani dengan baik
Baca Juga: Jangan Lupa, JakJazz 2025 Dari Sunyi Kembali Bersemi, Padukan Musisi Jazz Senior dan Muda Berbakat
Bayi dan balita yang sering mengalami infeksi memerlukan energi besar untuk pulih.
Jika asupan nutrisinya tidak mencukupi, risiko kekurangan gizi semakin besar dan dapat memicu stunting.
Kebiasaan menyiapkan makanan yang tidak higienis juga menjadi penyebab infeksi berulang pada anak.
3. Sanitasi yang buruk dan kurangnya akses air bersih
Baca Juga: 25 Ide Ucapan Hari Guru Nasional, Mulai Formal Hingga Personal Bernuansa Humor
Lingkungan yang tidak bersih, air minum yang terkontaminasi, hingga fasilitas toilet yang buruk dapat menyebabkan diare atau infeksi cacing.
Kondisi ini membuat tubuh anak sulit menyerap nutrisi sehingga risiko stunting meningkat.
4. Terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Tipis, Buyback Ikut Melemah
Beberapa wilayah masih kekurangan fasilitas kesehatan yang memadai, membuat orang tua sulit mendapatkan pemeriksaan rutin dan edukasi gizi.
Padahal, pemeriksaan kesehatan membantu memantau tumbuh kembang dan mendeteksi masalah gizi sejak dini.
Dengan mengenali penyebab-penyebab ini, kamu bisa mengambil langkah pencegahan lebih cepat agar anak tumbuh secara optimal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 3Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 4Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 5Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






