"Kudapan Sehat" Ternyata Lebih Berbahaya? Ini 5 Tanda Makanan Kukusan Kamu Wajib Dibuang Segera

AKURAT JAKARTA - Makanan rebus dan makanan kukusan seperti ubi, singkong, atau kentang kini semakin populer, terutama di kalangan Gen Z, karena dianggap sebagai pilihan menu yang lebih sehat, rendah lemak, dan mampu mempertahankan nutrisi.
Pilihan hidangan ini terkesan ideal untuk kamu yang sedang menjalani gaya hidup sehat.
Namun, di balik label "sehat" tersebut, ada satu fakta penting yang wajib kamu waspadai: makanan yang diolah dengan cara direbus atau dikukus ternyata memiliki masa simpan yang jauh lebih singkat dan sangat cepat basi dibandingkan dengan makanan yang digoreng.
Kondisi ini menuntut kamu untuk ekstra hati-hati dalam penyimpanan dan konsumsinya.
Jika kamu sering menyimpan stok camilan sehat ini, kamu wajib tahu persis kapan batas waktu yang aman.
Kamu harus bisa membedakan mana makanan yang masih layak santap dan mana yang harus segera dibuang demi menghindari risiko keracunan makanan serius.
Baca Juga: Relokasi Pasar hingga Padel Gratis, Cerita Lengkap Lahirnya Taman Bendera Pusaka di Kawasan Blok M
Menurut spesialis gizi klinik, dr. Ardian Sandhi Pramesti, SpGK, perbedaan mencolok ini disebabkan oleh perbedaan kadar air antara kedua jenis masakan.
Ia menjelaskan bahwa minyak yang digunakan dalam proses penggorengan sebenarnya bertindak sebagai pengawet alami karena dapat mengurangi kadar air secara signifikan.
Sebaliknya, makanan yang dikukus atau direbus memiliki kadar air yang tinggi, dan kondisi inilah yang menjadi lingkungan sempurna bagi bakteri, jamur, atau ragi untuk berkembang biak dengan pesat.
Baca Juga: Fenomena Brain Fog, Mengapa Kamu Bisa Tiba-Tiba Lupa dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Inilah alasan mendasar mengapa durasi simpannya jauh lebih singkat dan ia mudah sekali membusuk.
Oleh karena itu, sangatlah krusial bagi kamu untuk memahami betul tanda-tanda pembusukan.
Secara umum, tanda-tanda makanan kukusan, khususnya umbi-umbian, mulai tidak layak konsumsi biasanya akan muncul dalam kurun waktu satu hingga tiga hari jika kamu simpan di suhu ruangan.
Baca Juga: Extraordinary November, Saat PIK Menjadi Episentrum Wisata Jakarta
Durasi ini mungkin bisa sedikit lebih lama jika kamu menyimpannya di dalam kulkas.
Dr. Ardian mengingatkan kamu agar segera membuang makanan yang menunjukkan tanda-tanda berikut.
Sebab, makanan yang sudah teridentifikasi membusuk berpotensi terkontaminasi oleh bakteri berbahaya seperti Salmonella atau E. coli, yang dapat menyebabkan keracunan makanan (food poisoning):
Baca Juga: 5 Vitamin Penting untuk Pekerja dengan Rutinitas Padat
Perubahan Warna yang Mencolok
Hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah munculnya warna yang gelap, menghitam, kecokelatan, atau adanya bintik-bintik hitam/hijau pada kulit atau daging umbi.
Sebagai contoh, ubi atau kentang yang tadinya berwarna oranye atau kuning cerah berubah menjadi gelap dan lembek.
Baca Juga: Gemes! Toy Story 5 Rilis Teaser Perdana, Angkat Isu Gadget vs Mainan Klasik
Perubahan visual ini adalah sinyal kuat aktivitas mikroba.
Bau Tidak Sedap dan Menyengat
Gunakan indra penciuman kamu.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan Tentang Penolakan Cinta dan Cara untuk Bangkit
Jika tercium aroma asam, bau busuk, atau bahkan menyerupai alkohol yang tidak wajar, itu adalah tanda pasti.
Bau seperti alkohol ini sering disebabkan oleh proses fermentasi yang dilakukan oleh bakteri pembusuk.
Tekstur Menjadi Aneh
Baca Juga: Tips Anti Gagal Menyimpan Alpukat Agar Tetap Segar Berhari-hari
Makanan yang sudah basi akan mengalami perubahan tekstur yang signifikan.
Kamu akan mendapati makanan menjadi lembek, berlendir (slimy), atau mengeluarkan air berlebih.
Jagung kukus yang seharusnya kenyal bisa menjadi terlalu lembap dan mulai berjamur, sementara singkong atau kentang bisa berubah tekstur menjadi lunak seperti bubur.
Baca Juga: Tak Perlu Panik! Inilah 5 Cara Efektif Atasi Pilek dengan Langkah Sederhana di Rumah
Munculnya Jamur atau Gelembung Gas
Jika kamu melihat adanya bercak putih atau hijau (mold) atau terlihat gelembung-gelembung gas di permukaan, segera buang.
Gelembung ini merupakan tanda aktivitas mikroba yang menghasilkan gas saat mereka memecah nutrisi.
Baca Juga: Minuman Hangat hingga Aromaterapi, Inilah 5 Rahasia Semangat Kerja Tetap Terjaga saat Cuaca Mendung
Rasa Aneh
Walaupun sangat dianjurkan untuk tidak mencicipi jika kamu sudah curiga, perubahan rasa menjadi asam atau pahit yang tidak wajar adalah indikasi terakhir bahwa makanan tersebut tidak layak konsumsi.
Di samping masalah kebusukan, ada catatan khusus yang harus kamu ingat untuk singkong.
Dr. Ardian mengingatkan bahwa singkong harus dipastikan telah direbus dan dikukus hingga matang dengan sempurna.
Hal ini bukan hanya terkait kondisi basi, melainkan karena singkong mengandung senyawa sianida alami.
Jika proses pemasakannya kurang matang, senyawa tersebut berpotensi menjadi racun yang berbahaya bagi tubuh kamu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






