Jakarta

Tenang tapi Tajam, Begini Ciri Psikologis Orang yang Jarang Posting di Media Sosial

Zainal Abidin | 3 November 2025, 10:45 WIB
Tenang tapi Tajam, Begini Ciri Psikologis Orang yang Jarang Posting di Media Sosial

AKURAT JAKARTA - Di era digital yang penuh unggahan dan validasi, banyak orang justru memilih diam di media sosial.

Mereka tidak sering membagikan aktivitas, tetapi tetap aktif mengamati.

Fenomena ini menarik perhatian para ahli karena menggambarkan kepribadian yang tenang, cermat, dan sadar diri.

Baca Juga: 17 Musisi Top Siap Guncang Lampung Fest 2025, Berlangsung di PKOR Way Halim pada 11-25 November, Simak Jadwal Lengkapnya, Gratis!

Jika kamu lebih sering scroll daripada posting, bisa jadi kamu termasuk tipe ini.

Melansir dari VegOut, berikut lima sifat psikologis yang kerap dimiliki oleh orang yang sering scroll namun jarang posting di media sosial:

1. Introspektif dan Observatif

Baca Juga: Ingat! Wali Bersama Sejumlah Band Lokal Siap Meriahkan Penutupan Maja Fest 2025 pada Sabtu 8 November, Harga Tiketnya Cuma Rp 10 Ribu

Mereka tidak mencari perhatian, melainkan memahami diri dan orang lain lewat pengamatan.

Mereka menikmati melihat perilaku orang lain, tren, dan emosi publik.

2. Menjaga Privasi dan Keaslian Diri

Baca Juga: Jangan Lupa! Maher Zain Konser di Istora Senayan Jakarta pada Minggu Depan, 9 November 2025, Segini Harga Tiketnya

Di tengah budaya oversharing, mereka berani tidak mengikuti arus.

Kedamaian batin lebih penting daripada pengakuan publik.

3. Kecemasan Sosial atau Kelelahan Sosial

Baca Juga: Resort Putri Duyung Ancol, Surga Tropis yang Dekat dari Pusat Kota

Tekanan untuk tampil sempurna membuat sebagian orang lebih nyaman diam.

Keheningan menjadi bentuk perlindungan diri dari stres sosial.

4. Analitis dan Punya Rasa Ingin Tahu Tinggi

Baca Juga: Cara Mudah Menyimpan Daging Ayam Tanpa Kulkas, Tetap Awet dan Aman Dikonsumsi

Mereka memperlakukan media sosial seperti laboratorium sosial—tempat belajar tentang opini dan tren, bukan tempat pamer.

5. Lebih Menyukai Koneksi Nyata daripada Validasi Digital

Mereka lebih memilih hubungan pribadi yang jujur dibanding interaksi semu di dunia maya.

Baca Juga: Dari Antioksidan hingga Efek Relaksasi, Ini Keajaiban Buah Markisa untuk Tubuhmu

Diam di dunia digital bukan tanda ketidakterlibatan, tapi bentuk kesadaran diri yang matang.

Dalam kebisingan informasi, mereka memilih untuk hadir dengan tenang, bukan sekadar terlihat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.