Waspada! Kehamilan di Bawah 20 Tahun Bisa Picu Baby Blues dan Gangguan Jantung di Masa Depan

AKURAT JAKARTA - Kehamilan di usia muda atau di bawah 20 tahun memang kerap dianggap sebagai hal yang menantang, namun jarang dibicarakan secara mendalam mengenai risiko yang menyertainya.
Kehamilan di usia muda bukan hanya menyangkut persoalan fisik, tapi juga kesiapan mental yang belum sepenuhnya matang.
Kondisi ini sering kali berdampak pada kesehatan emosional dan bisa memicu gangguan seperti depresi pascapersalinan atau baby blues.
Menurut dr. Upik Anggraheni, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas lulusan Universitas Indonesia, remaja yang hamil di bawah usia 20 tahun cenderung belum memiliki kesiapan mental penuh untuk menjalani peran sebagai orang tua.
“Remaja di usia 19 tahun sering kali masih dalam proses pembentukan identitas dan belum sepenuhnya siap secara mental untuk tanggung jawab menjadi orang tua, yang dapat meningkatkan risiko depresi pascapersalinan atau baby blues,” ujarnya seperti dikutip dari ANTARA, Senin (20/10/2025)
Kehamilan pada usia muda umumnya tidak direncanakan, sehingga dukungan emosional dan sosial dari pasangan maupun keluarga sering kali minim.
Baca Juga: Hutan Kota Srengseng, Tempat Sampah yang Disulap Jadi Surga Hijau Jakarta Barat
Hal ini memperbesar risiko stres, kecemasan, hingga masalah kesehatan mental jangka panjang.
Upik menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental dengan berbagi perasaan secara terbuka, serta mencari kegiatan yang dapat menenangkan pikiran.
Ia juga menekankan bahwa usia ideal untuk hamil berada pada rentang 20–35 tahun, sesuai rekomendasi BKKBN dan Kementerian Kesehatan.
Usia di luar rentang tersebut — baik terlalu muda maupun terlalu tua — termasuk dalam kategori risiko tinggi yang dikenal dengan istilah “4T”: terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak.
Selain risiko psikologis, kehamilan usia muda juga bisa memicu komplikasi seperti perdarahan hebat, infeksi, hingga gangguan kesuburan di masa depan.
Bahkan, risiko penyakit kronis seperti hipertensi dan gangguan jantung bisa meningkat akibat komplikasi kehamilan seperti preeklamsia.
Baca Juga: Berani Coba? Makan Kiwi dengan Kulitnya Bikin Tubuh Lebih Fit dan Segar!
Upik mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dan perawatan prenatal rutin agar risiko-risiko tersebut bisa ditekan.
Edukasi tentang pola hidup sehat dan pengelolaan stres sejak dini menjadi langkah penting untuk memastikan ibu muda tetap sehat secara fisik maupun mental. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 6Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya


