Jakarta

Kamu Masih Simpan? Ini 8 Tanda Bahan Dapur yang Sudah Tak Aman Dikonsumsi karena "Kadaluarsa"

Zainal Abidin | 8 Oktober 2025, 13:35 WIB
Kamu Masih Simpan? Ini 8 Tanda Bahan Dapur yang Sudah Tak Aman Dikonsumsi karena "Kadaluarsa"

AKURAT JAKARTA - Kamu pasti sering berpikir bahwa bahan dapur bisa disimpan lama tanpa masalah.

Namun, para koki dan ahli gizi mengingatkan bahwa bahan dapur juga punya masa “kadaluarsa”.

Mengetahui tanda bahan dapur rusak sangat penting agar kamu tidak mengonsumsi makanan yang bisa membahayakan tubuh.

Baca Juga: Asia Buktikan Diri di Langit Dunia, Dominasi Daftar Bandara Terbaik 2025

Berikut delapan tanda bahan makanan di dapurmu sudah tak layak dikonsumsi menurut INSIDER dan para pakar.

1. Kentang berwarna kehijauan

Isabel Maples, MEd, RDN, ahli gizi di Virginia, menjelaskan bahwa warna hijau pada kentang disebabkan paparan sinar matahari yang memicu terbentuknya solanin.

Baca Juga: Transjakarta Hadirkan Rute “Jakarta Heritage”, Wisata Sejarah di Tengah Modernitas

“Kupas saja bagian hijaunya sebelum dimakan, karena rasanya pahit dan bisa menyebabkan penyakit jika dikonsumsi banyak,” ujarnya.

2. Sayuran mulai bertunas

Koki Alisa Rosa mengatakan, jika kentang, paprika, atau bawang sudah bertunas, itu tanda bahwa bahan-bahan tersebut terlalu matang dan sebaiknya dibuang saja.

Baca Juga: Sensasi Berenang dengan Ubur-Ubur Tak Menyengat di Surga Tersembunyi Sombori, Sulawesi Tenggara

3. Kulit buah atau sayuran menipis dan berkeriput

Menurut Rosa, saat kulit buah atau sayuran mulai mengeriput, terkelupas, dan layu, berarti kesegarannya sudah hilang dan nutrisinya menurun.

4. Sayuran renyah mulai kehilangan tekstur

Baca Juga: Sirih Cina: Tanaman Liar yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Sayuran seperti wortel, mentimun, dan seledri yang biasanya renyah akan menjadi lembek atau kenyal ketika sudah tak segar.

5. Makanan laut mulai berbau amis tajam

Tryg Siverson, koki sekaligus pendiri Feel Good Foods, mengatakan, “Ikan segar seharusnya berbau seperti laut, bukan amis.

Baca Juga: Ladang Farm Teknologi, Sensasi Wisata Edukatif di Vertical Farm Tertinggi di Indonesia

Jika baunya menyengat, berarti sudah lama.”

6. Daging atau sayuran terasa berlendir

Rosa menegaskan, bahan makanan yang terasa lengket dan berlendir menunjukkan pertumbuhan bakteri di permukaannya dan harus segera dibuang.

Baca Juga: Gratis! Festival Pesona Selat Lembeh Dibuka Hari Ini, Menghadirkan Konser Musik hingga Cutting Tuna Show, Simak Info Lengkapnya

7. Kaleng makanan penyok, berkarat, atau menggembung

Siverson memperingatkan bahwa kaleng penyok bisa memiliki lubang mikroskopis yang memungkinkan bakteri masuk.

Rosa menambahkan, “Jika wadah terlihat menggembung dan mengeluarkan udara saat dibuka, buang segera.”

Baca Juga: Remember November Fest 2025 Kembali Hadir di JIExpo Kemayoran, Menampilkan 28 Musisi Lintas Genre, Cek Tanggal dan Harga Tiketnya!

8. Bahan makanan beku membentuk kristal es

Kristal es di dalam kemasan menandakan makanan sudah rusak akibat perubahan suhu.

“Jika makanan beku tertutup lapisan kristal, sebaiknya jangan dikonsumsi,” kata Rosa.

Baca Juga: Deteksi Dini Kanker Payudara, Kenali Gejala dan Langkah SADARI Hingga Mammogram

Mengetahui delapan tanda ini membantu kamu menjaga kualitas bahan masakan agar tetap segar, sehat, dan aman untuk keluarga. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.