Alasan Psikologis di Balik Sulitnya Move On dari Mantan yang Perlu Kamu Ketahui

AKURAT JAKARTA - Patah hati adalah pengalaman emosional yang sering kali terasa begitu berat.
Banyak orang bertanya-tanya mengapa move on setelah putus cinta terasa sangat sulit.
Kata move on bahkan sering terdengar mustahil saat hubungan berakhir.
Baca Juga: Gak Bikin Kantong Bolong! Ini 5 Tempat Karaoke Murah di Jakarta Barat yang Wajib Kamu Kunjungi
Jika kamu pernah merasakannya, ternyata ada penjelasan mendalam dari sisi psikologi.
Dilansir dari psikolog hubungan Grace Larson (Sabtu, 6/9/2025), perpisahan bukan hanya tentang kehilangan pasangan.
Lebih dari itu, putus cinta membawa perubahan besar dalam hidup, baik yang kamu sadari maupun tidak.
Baca Juga: 5 Kelompok Orang yang Sebaiknya Menghindari Nanas, Kamu Termasuk?
Berikut beberapa alasan psikologis yang membuat proses move on terasa begitu menantang:
1. Kehilangan Dukungan dan Kebersamaan
Putus cinta berarti kehilangan orang terdekat yang biasanya menjadi tempat berbagi suka dan duka.
Baca Juga: 5 Trik Jitu Memilih Ikan Segar agar Aman untuk Dikonsumsi
Hal ini meninggalkan rasa kosong.
2. Identitas Diri Terguncang
Dalam hubungan panjang, identitas kita sering melebur dengan pasangan.
Baca Juga: Buruan Datang! JF3 Food Festival 2025 Suguhkan Kuliner, Musik, dan Promo Seru
Saat berpisah, kamu dipaksa menemukan kembali jati diri.
3. Ritme Biologis Terganggu
Stres emosional membuat pola tidur dan makan berantakan.
Baca Juga: Rahasia di Balik Jus Tomat, Cara Tepat Membuatnya Lebih Berkhasiat
Kadang kamu susah tidur, kadang justru malas beranjak dari kasur.
4. Masa Depan yang Pupus
Harapan dan rencana bersama, dari sekadar liburan hingga pernikahan, ikut hancur bersama putusnya hubungan.
Baca Juga: Santai di Tengah Hiruk Pikuk, Rooftop Café Jadi Pelarian Warga Jakarta
5. Emosi Tidak Stabil
Setelah berpisah, emosi bisa berubah drastis: dari menangis, marah, hingga mati rasa.
Semua perasaan ini wajar dialami.
Baca Juga: 3 Tempat Wisata Dekat Rumah Ahmad Sahroni, Tanjung Priok Ternyata Punya Banyak Pilihan
Move on pada dasarnya bukan sekadar melupakan seseorang, melainkan proses penyembuhan.
Ini tentang menemukan kembali identitas diri dan membangun ulang kehidupan yang sempat runtuh.
Tidak ada tenggat waktu pasti untuk sembuh dari patah hati.
Baca Juga: Gerhana Bulan 7–8 September 2025, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Khusuf
Namun, seiring waktu, ruang kosong itu akan perlahan terisi dengan pengalaman baru dan orang-orang yang lebih tepat untukmu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





