Jakarta

Olahraga Lebih Ampuh dari Obat? Studi Ungkap Solusi Ampuh Lawan Depresi dan Kecemasan

Saeful Anwar | 12 Juli 2025, 15:33 WIB
Olahraga Lebih Ampuh dari Obat? Studi Ungkap Solusi Ampuh Lawan Depresi dan Kecemasan

AKURAT JAKARTA - Olahraga selama ini dikenal sebagai cara menjaga kebugaran tubuh, namun ternyata manfaatnya jauh melampaui itu. 

Dalam sebuah studi besar yang mengkaji ribuan partisipan, ditemukan bahwa aktivitas fisik bisa lebih efektif daripada obat dalam menangani masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. 

Temuan ini mendorong perubahan besar dalam pendekatan terhadap gangguan psikologis. Apa saja bukti ilmiahnya?

Baca Juga: Konser Hari Ini di Jakarta Fair Kemayoran ada Last Child, Simak Jadwal Lengkap PRJ 2025 di Sini

Sebuah studi komprehensif dari University of South Australia mengungkap bahwa olahraga secara teratur mungkin lebih efektif dibandingkan obat-obatan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. 

Penelitian ini menganalisis 97 ulasan yang melibatkan lebih dari 128 ribu partisipan—menjadikannya salah satu studi terbesar yang pernah dilakukan dalam bidang ini.

Melansir dari laman New York Post, hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat memperbaiki gejala gangguan mental secara signifikan.

"Aktivitas fisik diketahui dapat membantu meningkatkan kesehatan mental. Namun, terlepas dari bukti-bukti yang ada, hal ini belum diadopsi secara luas sebagai pengobatan pilihan pertama," ujar peneliti utama Dr. Ben Singh dalam sebuah pernyataan, dikutip dari New York Post, Sabtu (12/07).

Baca Juga: Gelontorkan Dana Rp4 Triliun untuk Tangani Banjir di Jakarta, Pramono Bakal Bangun Pompa hingga Pembebasan Lahan

Meskipun lembaga seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sudah mencantumkan berbagai pendekatan pengobatan seperti konseling, terapi, dan medikasi, olahraga masih belum menjadi bagian dari daftar pengobatan utama.

Salah satu peneliti lainnya, Profesor Carol Maher, menyoroti bahwa studi ini adalah evaluasi menyeluruh terhadap dampak berbagai jenis aktivitas fisik terhadap kondisi psikologis.

"Menelaah penelitian ini secara keseluruhan adalah cara yang efektif bagi para dokter untuk dengan mudah memahami bukti-bukti yang mendukung aktivitas fisik dalam mengelola gangguan kesehatan mental," katanya.

"Kami berharap tinjauan ini akan menggarisbawahi perlunya aktivitas fisik, termasuk intervensi olahraga terstruktur, sebagai pendekatan andalan untuk mengelola depresi dan kecemasan," lanjutnya.

Temuan menarik lainnya adalah bahwa durasi olahraga selama 12 minggu atau kurang memberikan dampak yang paling efektif. 

Ini membuktikan bahwa perubahan kecil dalam waktu singkat dapat membawa hasil yang signifikan bagi kesehatan mental.

Baca Juga: Banyak Pelamar PPSU dari Lulusan Sarjana, Pramono Enggan Sebut Akibat Minimnya Lapangan Pekerjaan

Dr. Singh juga menyebut bahwa semua bentuk olahraga memberi manfaat, tanpa harus intens atau berat.

"Kami juga menemukan bahwa semua jenis aktivitas fisik dan olahraga bermanfaat, termasuk olahraga aerobik seperti jalan kaki, latihan ketahanan, pilates dan yoga," kata Singh.

"Yang penting, penelitian ini menunjukkan bahwa tidak perlu banyak berolahraga untuk membuat perubahan positif pada kesehatan mental Anda," sambungnya.

Kelompok yang paling diuntungkan dari peningkatan aktivitas fisik meliputi mereka yang mengalami depresi, wanita hamil atau pasca melahirkan, pasien penyakit ginjal, individu dengan HIV positif, hingga orang sehat yang ingin menjaga stabilitas emosional.

Lebih dari itu, aktivitas fisik juga telah terbukti berdampak positif terhadap pencegahan berbagai penyakit kronis, seperti kanker, penurunan fungsi kognitif, penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga memperkuat tulang dan otot.

Baca Juga: Wakil Ketua Komisi A dari Fraksi Golkar Alia Laksono Dorong Penyerapan Anggaran Pemerintah Lebih Cepat dan Tepat Sasaran

Olahraga bukan hanya tentang fisik yang bugar, tetapi juga kunci kestabilan mental yang lebih sehat. 

Dengan bukti ilmiah yang kuat, sudah saatnya aktivitas fisik diakui sebagai terapi utama dalam pengobatan kesehatan mental. 

Bahkan langkah kecil—seperti berjalan kaki atau yoga ringan—dapat membawa perubahan besar. Jangan tunda lagi, mulai gerakkan tubuhmu untuk pikiran yang lebih tenang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.