Sleep Tourism, Wisata Aneh yang Justru Dicari Banyak Orang

AKURAT JAKARTA - Sleep Tourism 2025 menjadi fenomena baru dalam dunia pariwisata global.
Sleep tourism atau wisata tidur kini tak hanya sekadar tren, melainkan kebutuhan yang banyak dicari wisatawan modern.
Di tahun 2025, sleep tourism semakin populer seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kualitas tidur dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.
Baca Juga: Hotel atau Homestay? Simak Tips Ini Agar Kamu Tak Salah Pilih Akomodasi Liburan!
Fenomena ini muncul sebagai respons atas kelelahan kolektif akibat pandemi dan tekanan hidup yang terus meningkat.
Setelah bertahun-tahun hidup dalam tekanan pekerjaan, jadwal padat, dan tuntutan sosial, banyak orang mulai mengubah cara mereka merayakan liburan: dari petualangan aktif menjadi momen istirahat total.
Sleep tourism bukanlah liburan mewah biasa.
Baca Juga: Makan Kentang Bisa Bikin Keracunan! Ini Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan
Dilansir dari Real Simple, hotel dan resort kini mulai menyediakan paket liburan khusus yang dirancang untuk memperbaiki kualitas tidur para tamu.
Mulai dari ruangan kedap suara, bantal ergonomis, kasur dengan teknologi penyesuaian tubuh, hingga program khusus seperti meditasi malam, yoga, dan sound therapy.
Tak hanya hotel, kamu pun bisa mencoba pengalaman sleep tourism versi rumahan.
Baca Juga: Menyelami Budaya Pop Jepang Lewat Anime Festival Asia Indonesia 2025 di Jakarta
Caranya cukup sederhana: ubah kamar menjadi tempat ternyaman untuk beristirahat.
Gunakan seprai berkualitas tinggi, pasang tirai anti cahaya (blackout), matikan semua notifikasi, dan pilih bantal serta kasur terbaik sesuai kebutuhan tidurmu.
Agar lebih maksimal, kamu bisa menciptakan suasana seperti sleep retreat, dengan kegiatan seperti:
Baca Juga: Kolesterol Naik Setelah Idul Adha 2025? Lakukan 5 Langkah Ini Sebelum Terlambat
-
Yoga malam hari untuk melepas ketegangan
-
Mendengarkan white noise atau suara alam
-
Mandi air hangat dengan minyak esensial
-
Membaca buku ringan sambil minum sleepy girl mocktail (kombinasi ceri tart dan magnesium)
-
Menjauh dari gawai dan rutinitas harian
Baca Juga: Konser Gratis Tulus di Jakarta, Jangan Lupa Datang Catat Lokasi dan Waktunya di Sini
Di era serba cepat ini, tidur nyenyak bukan sekadar kebutuhan biologis, ia telah menjadi bentuk kemewahan yang dicari dalam liburan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






