Makan Kentang Bisa Bikin Keracunan! Ini Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan

AKURAT JAKARTA - Kentang bertunas ternyata bisa menjadi bahan makanan berbahaya jika kamu tidak memahami cara mengolahnya dengan tepat.
Meski terlihat sepele, kentang yang tampak bertunas atau berwarna kehijauan menyimpan bahaya serius yang kerap diabaikan.
Beberapa kasus keracunan akibat mengonsumsi kentang bertunas sudah terjadi di berbagai belahan dunia dan seharusnya membuat kamu lebih waspada.
Baca Juga: Hotel atau Homestay? Simak Tips Ini Agar Kamu Tak Salah Pilih Akomodasi Liburan!
Mengutip Healthline, kentang secara alami mengandung senyawa beracun bernama glikoalkaloid, terutama solanin dan cakonin.
Kedua senyawa ini dapat meningkat kadarnya jika kentang disimpan terlalu lama, terkena cahaya, atau mulai bertunas.
Solanin, salah satu senyawa glikoalkaloid yang paling dikenal, merupakan racun yang bisa memicu berbagai gejala kesehatan mulai dari ringan hingga serius.
Baca Juga: Menyelami Budaya Pop Jepang Lewat Anime Festival Asia Indonesia 2025 di Jakarta
Jika kadar solanin meningkat, maka kentang bisa menjadi makanan beracun.
Gejala keracunan akibat mengonsumsi kentang bertunas bisa muncul dalam hitungan jam setelah dikonsumsi.
Beberapa gejala yang dilaporkan termasuk mual, muntah, sakit kepala, denyut nadi yang tidak stabil, tekanan darah rendah, hingga kehilangan kesadaran.
Baca Juga: Konser Gratis Tulus di Jakarta, Jangan Lupa Datang Catat Lokasi dan Waktunya di Sini
Dalam kasus ekstrem, bahkan bisa berujung pada kematian.
Tak hanya tunas, kentang yang memiliki bercak hijau juga patut dihindari.
Warna hijau ini disebabkan oleh klorofil, namun kehadirannya juga menjadi indikator bahwa kadar solanin di dalam kentang tersebut tinggi.
Baca Juga: Menikmati Pagelaran Wayang Kulit di Museum Wayang Jakarta di Akhir Pekan 8 Juni 2025
Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengolah kentang yang terlihat bertunas atau berwarna kehijauan, meskipun hanya sedikit.
Sebagai langkah pencegahan, selalu simpan kentang di tempat yang gelap, sejuk, dan kering.
Jangan lupa untuk membuang bagian yang bertunas atau hijau secara menyeluruh, atau lebih aman lagi, buang seluruh kentang jika kerusakannya cukup parah.
Dengan pengetahuan ini, kamu bisa melindungi diri dan keluarga dari risiko keracunan makanan yang mungkin tak terduga sebelumnya. Jangan anggap remeh kentang bertunas, mungkin saja ada racun yang tersembunyi di baliknya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026




