Sering Gali Lubang Tutup Lubang? 5 Tanda Kamu Ketergantungan Pinjol

AKURAT JAKARTA - Di tengah kemajuan teknologi, layanan pinjaman online dan paylater memang memberikan kemudahan luar biasa.
Kamu hanya butuh beberapa klik, dan dana atau limit belanja langsung tersedia.
Tapi, sudahkah kamu berpikir dua kali sebelum terus-menerus mengandalkannya?
Baca Juga: PHK Massal Bayangi Industri Perhotelan di Jakarta, Ini yang Akan Dilakukan Gubernur Pramono Anung
Banyak orang merasa terbantu, terutama saat menghadapi kebutuhan mendadak.
Tapi tanpa disadari, penggunaan yang tidak terkontrol bisa menjebak kamu dalam lingkaran utang yang bikin hidup makin sulit.
Mulai dari dompet bolong, stres akibat tagihan menumpuk, sampai dampak serius pada kualitas hidupmu.
Baca Juga: Siapa Sangka, Makan Mangga Muda Dicocol Garam Ternyata Punya 7 Manfaat Ajaib Ini!
Nah, penting banget buat kamu mengenali sejak dini apakah penggunaan pinjol dan paylater masih aman atau sudah menuju ke arah ketergantungan.
Berikut 5 tanda yang sebaiknya kamu waspadai:
1. Mengandalkan Pinjol untuk Belanja Harian
Baca Juga: Telur Rebus Tak Pernah Semudah Ini, Rahasianya Cuma Satu Bahan Ini
Kalau kamu mulai pakai pinjol atau paylater buat beli makan, isi pulsa, atau ongkos harian, itu tanda bahwa penghasilan kamu nggak lagi mencukupi kebutuhan pokok.
Bahaya banget kalau ini jadi kebiasaan.
2. Utang Baru untuk Tutup Utang Lama
Baca Juga: Kopi Sanger: Warisan Rasa dari Tanah Rencong yang Mendunia
“Gali lubang tutup lubang” adalah sinyal klasik dari siklus utang berbahaya.
Kalau kamu pinjam untuk bayar pinjaman lain, artinya kamu udah terjebak.
3. Tagihan Paylater Selalu Penuh Setiap Bulan
Baca Juga: Gebrag Ngadu Bedug: Festival Irama Tradisi yang Menggema dari Jantung Banten
Wajar pakai paylater sesekali.
Tapi kalau limit selalu habis tiap bulan? Itu bukti kamu sudah terlalu sering berutang buat hal konsumtif.
4. Mengesampingkan Kewajiban Lain Demi Bayar Paylater
Kalau kamu mulai utamakan bayar pinjol daripada cicilan rumah atau kebutuhan anak, artinya kondisi keuangan kamu sudah tidak sehat.
5. Cemas Kalau Limit Paylater Habis
Merasa panik saat akses ke pinjol atau paylater tertutup?
Itu tanda kamu sudah terlalu mengandalkannya untuk menjalani hidup.
"Ketergantungan terhadap pinjaman online dan paylater tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan dari kebiasaan kecil yang dianggap wajar."
Kalau kamu merasa relate dengan beberapa tanda di atas, jangan tunggu sampai semuanya terlambat.
Baca Juga: Trailer Squid Game 3 Rilis, Dendam dan Trauma Menyatu
Mulailah menyusun anggaran, kurangi utang konsumtif, dan kalau perlu, konsultasi dengan ahli keuangan agar kamu bisa bebas dari jerat utang dan hidup lebih tenang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 6Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya


