Tidak Banyak Orang Tahu, Kapan Operasi Bypass Jantung Perlu Dilakukan

AKURAT JAKARTA - Pembuluh darah yang menyempit akibat penyakit jantung koroner, bisa dilakukan pemasangan ring jantung. Namun, di kondisi tertentu harus operasi bypass jantung (CABG).
Demikian disampaikan Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Eka Hospital BSD, dr. Akmal Alfaritsi Hamonangan, Sp. BTKV saat Kajian Sehat Eka Hospital, Selasa (18/3/2025).
Menurut dia, penyakit jantung koroner menyebabkan darah menyempit akibat penumpukan lemak, termasuk yang menuju otot jantung.
Baca Juga: Alami Deg-degan yang Terus-terusan! Waspada Gejala Aritmia Jantung
"Pada mulanya, aliran darah ke otot jantung akan berkurang dan ini sudah dapat menimbulkan gejala seperti nyeri dada. Akan tetapi lama-kelamaan aliran darah menuju jantung bisa terhenti sepenuhnya dan berakibat fatal," kata dr. Akmal.
Dengan operasi bypass jantung (CABG), dokter bedah akan menciptakan jalan baru untuk darah kaya oksigen mengalir dengan lancar ke otot jantung.
Memahami apa itu CABG
Coronary artery bypass graft (CABG), atau mungkin lebih dikenal dengan operasi bypass jantung adalah suatu prosedur untuk mengembalikan aliran darah menuju otot jantung yang tersumbat (revaskularisas).
Baca Juga: LUAR BIASA! Berikut Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Menurut Pakar
Sangat penting untuk otot jantung mendapatkan aliran darah yang cukup. Sebab, otot-otot jantung hidup dari oksigen yang mengalir dalam darah. Tanpa suplai darah yang cukup, otot-otot jantung akan mengalami kerusakan.
Pembuluh darah yang menyempit akibat penyakit jantung koroner bisa membuat aliran darah menuju otot jantung jadi terhambat.
Pada kasus tertentu, pemasangan ring jantung sudah cukup untuk membuat suplai darah menuju otot jantung normal kembali.
Namun, kondisi kondisi tertentu akan membuat dokter memilih operasi bypass jantung (CABG) untuk mengembalikan aliran darah menuju otot jantung.
Perbedaan CABG dan Pemasangan Ring Jantung
Sirkulasi darah yang lancar sangat penting dalam menjaga kesehatan jantung. Baik operasi bypass jantung (CABG) atau pemasangan ring (sterit) jantung sama-sama bertujuan untuk mengembalikan dan memperbaiki suplai darah kaya oksigen menuju otot jantung.
Meski demikian, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama dari sisi prosedur.
Operasi bypass jantung adalah prosedur pengobatan jantung koroner dengan metode operasi jantung terbuka.
Artinya, rongga dada Anda akan dibuka, pembuluh darah akan diambil dari tempat lain di tubuh kemudian ditempatkan di jantung sehingga dokter bisa membuat saluran baru agar darah kaya akan oksigen bisa mengalir ke jantung
Sementara, pemasangan ring (stent) jantung dilakukan menggunakan kateter. Dokter dapat mengakses pembuluh darah yang mau dipasang ring menggunakan kateter yang dimasukkan dari pembuluh darah di selangkangan, lengan, ataupun leher dan diarahkan menuju jantung
Kapan CABG Diperlukan?
Untuk mengembalikan aliran darah menuju jantung, opsi yang dapat ditempuh adalah pemasangan ring jantung dan operasi bypass jantung (CABG). Akan tetapi kapan seseorang harus menjalani CABG?
Pada dasamya ada indikası tertentu yang membuat seseorang perlu melakukan operas bypass jantung atau tidak.
Menurut pedoman dari American Heart Association (AHA), ada beberapa alasan operasi bypass jantung:
1. Left Main Disease yang lebih dari 50%
2. Penyumbatan lebih dari 70% pada 3 arteri koroner dengan atau tanpa penyumbatan pada LAD bagian proximal
3. Two-vessel disease: Sumbatan bermakna pada LAD ditambah satu major artery Satu atau lebih penyumbatan yang lebih dari 70% pada pasien dengan gejala angina setelah pengobatan maksimal
5. Penyumbatan pada satu arteri koroner yang lebih dari 70% pada pasien yang pernah mengalami henti jantung mendadak yang dikarenakan ventricular tachycardia akibat kondisi iskemik
Berapa Persen Keberhasilan Operasi Bypass Jantung?
Operasi bypass jantung dilakukan dengan membuat aliran darah baru menuju jantung di sekitar pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat. Mengingat ini adalah jenis operasi jantung terbuka dan termasuk operasi besar, tentu banyak pasien yang merasa khawatir akan tingkat keberhasilannya
Menurut penelitian, tingkat keberhasilan operasi bypass jantung cukup tinggi, yakni sekitar 95-98% pada pasien yang masih dalam keadaan yang cukup baik.
Itu sebabnya, apabila Anda telah didiagnosis mengalami penyempitan pembuluh darah yang signifikan, dan diindikasi untuk CABG, tak ada salahnya untuk mempertimbangkan operasi bypass jantung (CABG).
Sebab, pemasangan ring jantung mungkin tidak cukup untuk mengoptimalkan kembali aliran darah menuju jantung. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



