Benarkah Kecubung Bisa Bikin Halusinasi? Berikut Kata Ahli

AKURAT JAKARTA - Benarkah tanaman Kecubung dapat mebuat keracunan dan berhalusinasi?
Kecubung sendiri merupakan tanaman perdu yang banyak tumbuh di negara dengan iklim tropis dan sub-tropis, termasuk Indonesia.
Tanaman ini memiliki efek halusinogenik yang mengandung senvawa alkaloid tropan, seperti atropin, skopolamin, dan hiosiamin.
Baca Juga: Belum Fix Maju dalam Pilkada Jakarta 2024, Kaesang Pangarep: Tunggu Nanti Ya
Psikiater Konsultan Adiksi Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dr. Firdaus Yamani Sp.KJ(K) menerangkan bagaimana orang yang mengalami intoksikasi atau keracunan buah kecubung, seperti halusinasi.
Menurutnya orang yang keracunan Kecubung biasanya akan memiliki gejala dalam 30 hingga 60 menit setelah menelah Kecubung.
“Gejala intoksikasi kecubung biasanya terjadi 30- 60 menit setelah tertelan dan dapat berlanjut hingga 24-48 jam setelahnya,” kata Firdaus.
Baca Juga: Resep Grilled Chicken yang Gampang Bisa Buat Ide Bekal Anak Sekolah Padat Gizi
Menurutnya orang yang keracunan Kecubung biasanya berbicara yang cenderung meracau, bisa juga mengalami gangguan halusinasi pada penglihatan.
Selain itu orang yang keracunan Kecubung biasanya mukosa pada saluran pencernaan atas serta saluran pernapasan penderita menjadi kering.
Orang tersebut juga akan mengalami pelebaran pupil (midriasis), konstipasi, fotofobia serta hiper atau hipotensi.
Baca Juga: Warga Tanjung Priok Bikin Kagum saat Gagalkan Aksi Maling Motor, Netizen: Salut Kompak Banget
Selain itu, tubuh akan menjadi panas dan mengalami bradikadia atau takikardia.
“Irama jantungnya jadi tidak teratur dan merasa gelisah. Bisa disertai disorientasi atau kebingungan, kejang, retensi urine dan depresi pada sistem pernapasan,” terang Firdaus.
Efek dari keracunan kecubung bisa berlangsung hingga satu minggu dan konsumsi kecubung dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan otak yang lebih berat dan juga penurunan fungsi kognitif.
Baca Juga: Informasi Terbaru Layanan SIM Keliling Jakarta Tetap Buka di Hari Minggu, Cek Jadwal dan Lokasinya
"Kalau berkali-kali, itu (konsumsi kecubung) bisa menyebabkan kerusakan pada otak yang lebih berat sehingga mereka mengalami gangguan jiwa yang halusinasinya berkepanjangan, perilaku kacau dan fungsi kognitifnya menurun,” kata Firdaus.
Kecubung sendiri kerap digunakan sebagai jamu, namun efek halusinasi dan potensi penyalahgunaan membuat kecubung tidak lagi digunakan sebagai obat tradisional.
Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI) menyatakan kecubung digolongkan sebagai tanaman beracun. Dahulu kala kecubung kerap digunakan untuk menambah stamina atau meredakan nyeri.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





