5 Mi Ayam Legendaris di Jakarta yang Tetap Ramai, Dari Era 1950-an hingga Kini

AKURAT JAKARTA - Jakarta memiliki banyak tempat makan mi ayam yang sudah bertahan puluhan tahun dan tetap menjadi tujuan para pencinta kuliner.
Keistimewaan mereka bukan hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada sejarah panjang yang membuat namanya terus dikenang.
Berikut lima mi ayam legendaris di Jakarta yang masih eksis hingga sekarang, disusun berdasarkan tahun berdirinya agar lebih mudah diikuti.
1. Bakmi Asui (1958)
Bakmi Asui di kawasan Tanjung Duren menjadi salah satu bakmi tertua di Jakarta yang masih mempertahankan cita rasa khasnya.
Usaha ini bermula dari gerobak sederhana sebelum berkembang menjadi tempat makan yang dikenal luas oleh pencinta bakmi.
Keunikan utamanya terletak pada penggunaan potongan ayam kampung yang memberikan rasa gurih dan tekstur lebih berisi.
Mi yang disajikan memiliki tekstur kenyal dengan ukuran sedikit lebih tebal sehingga terasa memuaskan saat dinikmati.
Pengunjung juga dapat menambahkan bakso, pangsit, atau ati ampela sebagai pelengkap yang menambah variasi rasa.
Lokasinya berada di Jalan Tanjung Duren IIIA Nomor 337B, Tanjung Duren, Jakarta Barat.
2. Bakmi Boy (1963)
Bakmi Boy menjadi salah satu nama besar dalam dunia bakmi Jakarta yang telah dikenal sejak lebih dari enam dekade lalu.
Tempat makan ini terkenal dengan racikan mi tipis yang kenyal serta rasa gurih yang konsisten dari masa ke masa.
Topping ayam cincangnya melimpah dengan bumbu yang meresap sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang seimbang.
Pilihan pangsit goreng, pangsit rebus, dan bakso membuat menu di sini semakin lengkap untuk berbagai selera.
Baca Juga: Pelihara Kucing Bikin Mandul? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
=====
Pelanggan dapat memilih porsi biasa atau jumbo sesuai selera dan tingkat rasa lapar masing-masing.
Bakmi Boy berlokasi di Jalan Cikajang Nomor 42, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
3. Mie Ayam Gondangdia (1968)
Mi Ayam Gondangdia merupakan salah satu destinasi kuliner legendaris yang sering dikunjungi tokoh publik dan artis.
Tekstur mi-nya lembut dan halus dengan topping ayam cincang bercita rasa manis gurih yang menjadi ciri khasnya.
Pangsit rebus yang disajikan sebagai pelengkap memberikan tambahan tekstur yang membuat hidangan semakin menarik.
Kuah kaldunya yang hangat menjadi pendamping sempurna dan menambah kedalaman rasa pada setiap suapan.
Popularitasnya yang bertahan lama menjadikan tempat ini selalu masuk dalam daftar rekomendasi mie ayam Jakarta.
Lokasinya berada di Jalan RP Soeroso Nomor 36, Menteng, Jakarta Pusat.
4. Mi Ayam Bakso Yunus (1984)
Mi Ayam Bakso Yunus menjadi pilihan favorit banyak pelanggan yang menyukai mie yamin dengan rasa manis gurih.
Mi yang digunakan memiliki tekstur kenyal sehingga mampu menyerap bumbu dengan baik dan terasa lebih nikmat.
Topping ayam berbumbu dipadukan dengan aneka pilihan bakso yang menjadi daya tarik utama tempat makan ini.
Pilihan bakso kecil maupun bakso urat membuat pelanggan dapat menyesuaikan hidangan sesuai selera masing-masing.
Cita rasanya yang konsisten membuat warung ini tetap ramai meski telah melayani pelanggan selama puluhan tahun.
=====
Tempat makan ini berada di Jalan Tebet Barat Dalam VIII D Nomor 1, Tebet, Jakarta Selatan.
5. Bakmi Doraemon (1986)
Bakmi Doraemon dikenal karena racikan khas yang memadukan minyak rempah dan kaldu untuk menghasilkan aroma menggoda.
Perpaduan tersebut menciptakan rasa gurih yang kuat tanpa menghilangkan karakter asli dari bakmi yang disajikan.
Pengunjung dapat memilih berbagai pelengkap seperti bakso, pangsit rebus, hingga ceker yang cukup populer.
Selain bakmi biasa, tersedia pula mie yamin dengan ayam kecap jamur yang memiliki rasa manis gurih seimbang.
Keunikan racikan bumbu membuat tempat ini tetap memiliki pelanggan setia hingga sekarang.
Bakmi Doraemon dapat ditemukan di Jalan Pramuka Sari III Nomor 55A, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Kelima tempat makan tersebut membuktikan bahwa kualitas rasa dan konsistensi pelayanan menjadi kunci bertahannya sebuah usaha kuliner.
Meski Jakarta terus berkembang, mi ayam legendaris ini tetap mampu mempertahankan pesonanya di tengah banyaknya pilihan baru.
Bagi pencinta bakmi, menjelajahi tempat-tempat legendaris ini bisa menjadi cara menarik untuk menikmati cita rasa yang telah teruji waktu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





