Jakarta

Semakin Menyengat Semakin Mahal, Tiga Kuliner Fermentasi yang Bernilai Fantastis

Anggerhana Denni Rahmawati | 6 Juli 2026, 09:15 WIB
Semakin Menyengat Semakin Mahal, Tiga Kuliner Fermentasi yang Bernilai Fantastis
Stinky tofu adalah makanan yang memiliki bau menyengat. (tofutoday.com)

AKURAT JAKARTA - Tidak semua makanan dinilai dari aroma yang harum karena beberapa kuliner justru menjadi semakin mahal saat aromanya makin tajam.

Fenomena ini terjadi karena proses fermentasi dan pematangan yang mengubah rasa, tekstur, serta karakter makanan menjadi lebih kompleks.

Dalam dunia kuliner, proses tersebut dianggap sebagai seni yang membutuhkan waktu, ketelitian, dan pengawasan khusus.

Hasil akhirnya adalah makanan dengan cita rasa khas yang sulit ditemukan pada produk yang masih segar atau baru dibuat.

Berikut tiga kuliner unik yang dikenal memiliki aroma kuat sekaligus harga yang dapat membuat banyak orang terkejut.

1. Stinky Tofu, Tahu Fermentasi dengan Aroma yang Sulit Dilupakan

Stinky tofu merupakan tahu yang difermentasi dalam cairan khusus selama waktu yang cukup panjang hingga menghasilkan aroma tajam.

Campuran bahan fermentasi biasanya terdiri dari sayuran, susu, dan beberapa bahan lain yang membantu proses penguraian alami.

Meski aromanya sering dianggap menyengat, banyak penikmat kuliner mengaku rasanya justru gurih dan sangat kaya umami.

Tekstur bagian dalam tahu tetap lembut, sementara bagian luar menjadi renyah ketika digoreng hingga berwarna keemasan.

Kuliner yang populer di beberapa wilayah Asia ini sering menjadi daya tarik wisata kuliner karena keunikannya.

Di sejumlah restoran, satu porsi stinky tofu dapat dijual dengan harga yang mencapai ratusan ribu rupiah.

2. Dry Aged Beef, Daging Premium yang Dimatangkan Berbulan-Bulan

Dry aged beef merupakan daging sapi yang disimpan dalam ruang khusus dengan suhu dan kelembapan yang sangat terkontrol.

Selama proses pematangan, enzim alami bekerja memecah serat otot sehingga tekstur daging menjadi lebih empuk.

Penguapan kadar air juga membuat rasa daging menjadi lebih pekat dan memberikan karakter yang sangat khas.

Banyak penikmat daging menyebut cita rasanya memiliki sentuhan mentega, kacang, dan aroma yang lebih mendalam.

Proses panjang tersebut menyebabkan sebagian bobot daging berkurang sehingga hasil akhirnya menjadi lebih eksklusif.

Karena alasan itu, harga dry aged beef dapat mencapai jutaan rupiah per kilogram di pasar premium.

3. Blue Cheese, Keju Berjamur yang Menjadi Simbol Kemewahan

Blue cheese adalah keju yang dibuat dengan bantuan jamur khusus dari kelompok Penicillium selama proses pematangan.

Jamur tersebut menciptakan guratan biru yang menjadi ciri khas sekaligus identitas utama dari keju ini.

Selama proses berlangsung, lemak dan protein dalam keju mengalami perubahan yang menghasilkan rasa lebih kompleks.

Aromanya terkenal kuat dan tajam, namun justru menjadi daya tarik utama bagi para pencinta keju di dunia.

Semakin lama proses pematangan dilakukan, semakin kaya pula karakter rasa yang terbentuk pada keju tersebut.

Nilai jual beberapa blue cheese langka bahkan pernah mencapai ratusan juta rupiah dalam satu roda keju.

Ketiga kuliner ini menunjukkan bahwa nilai sebuah makanan tidak selalu ditentukan oleh kesegaran atau aroma yang lembut.

Melalui proses fermentasi dan pematangan yang terukur, bahan sederhana dapat berubah menjadi hidangan bernilai tinggi.

Keunikan rasa, aroma, dan proses pembuatannya menjadikan makanan tersebut sebagai simbol keahlian dalam dunia kuliner.

Bagi sebagian orang aromanya mungkin menantang, namun bagi para penikmatnya justru menjadi pengalaman yang sangat berharga. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.