9 Kuliner Luar Negeri yang Mirip Makanan Indonesia, Ada yang Sulit Dibedakan

AKURAT JAKARTA - Kuliner tradisional di berbagai negara sering memiliki kemiripan dengan makanan Indonesia karena pengaruh budaya dan perdagangan.
Kesamaan bahan baku, cara memasak, hingga bentuk sajian membuat beberapa makanan dari negara lain tampak sangat familiar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa budaya kuliner berkembang melalui interaksi masyarakat yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Berikut sembilan kuliner luar negeri yang memiliki kemiripan menarik dengan makanan khas Indonesia.
1. Bibingka (Filipina) – Kue Bingka
Bibingka dari Filipina merupakan kue tradisional berbahan tepung beras dan santan yang mirip dengan kue bingka Indonesia.
Keduanya memiliki tekstur lembut, aroma khas santan, serta rasa manis yang cocok dinikmati bersama keluarga.
Makanan ini sering hadir dalam perayaan dan menjadi bagian penting dari tradisi kuliner masyarakat setempat.
2. Banh Pia (Vietnam) – Bakpia
Banh Pia dari Vietnam memiliki bentuk dan tampilan yang sangat mirip dengan bakpia yang populer di Yogyakarta.
Keduanya menggunakan isian kacang hijau yang dibalut kulit tipis sehingga menghasilkan rasa manis yang khas.
Kemiripan tersebut membuat banyak wisatawan menganggap kedua camilan ini berasal dari tradisi yang serupa.
3. Popiah (Malaysia) – Lumpia
Popiah merupakan makanan populer di Malaysia dan Singapura yang memiliki banyak kesamaan dengan lumpia Indonesia.
Kulit tipis yang membungkus sayuran dan daging menjadi ciri utama kedua makanan yang menggugah selera ini.
Baca Juga: Liburan Aman: Ajarkan Anak 3 Cara Bertindak Saat Terpisah di Keramaian
=====
Perbedaan utamanya terletak pada penyajian karena popiah lebih sering disajikan segar dibanding lumpia goreng.
4. Pancake (Barat) – Serabi
Pancake dikenal luas sebagai menu sarapan khas Barat yang memiliki kemiripan bentuk dengan serabi Indonesia.
Serabi dibuat dari tepung beras dan santan, sedangkan pancake menggunakan tepung terigu serta susu sebagai bahan utama.
Meski berbeda bahan, keduanya sama-sama menjadi pilihan camilan yang disukai berbagai kalangan usia.
5. Japchae (Korea Selatan) – Bihun Goreng
Japchae merupakan hidangan khas Korea Selatan yang tampilannya sangat mirip dengan bihun goreng Indonesia.
Keduanya memadukan bihun dengan sayuran serta tambahan daging yang membuat rasanya semakin kaya.
Perbedaan utama terdapat pada penggunaan minyak wijen dan kecap asin yang menjadi ciri khas japchae.
6. Crepes (Prancis) – Leker
Crepes dari Prancis memiliki konsep sajian yang hampir sama dengan leker yang populer di Indonesia.
Keduanya berbentuk tipis dengan beragam pilihan isian yang dapat disesuaikan dengan selera penikmatnya.
Leker cenderung renyah saat disantap, sedangkan crepes memiliki tekstur yang lebih lembut dan lentur.
7. Kakiage (Jepang) – Bakwan
Kakiage adalah gorengan khas Jepang yang sekilas tampak sangat mirip dengan bakwan yang akrab di Indonesia.
Baca Juga: Setelah Keluarkan Ingub Gerakan Pilah Sampah, Gubernur Pramono Kelakar: Kini Diawasi Istri di Rumah
=====
Campuran sayuran dan adonan tepung menjadi bahan utama yang membuat keduanya terlihat hampir serupa.
Makanan ini paling nikmat disantap hangat karena menawarkan sensasi renyah yang menggugah selera.
8. Lod Chong (Thailand) – Cendol
Lod Chong merupakan minuman tradisional Thailand yang memiliki kemiripan kuat dengan cendol Indonesia.
Keduanya menggunakan santan dan pemanis sehingga menghasilkan rasa manis yang menyegarkan saat diminum.
Minuman ini menjadi pilihan favorit untuk mengatasi cuaca panas yang umum terjadi di kawasan tropis.
9. Banh Ran (Vietnam) – Onde-onde
Banh Ran dari Vietnam memiliki bentuk bulat berlapis wijen yang sangat mirip dengan onde-onde Indonesia.
Bagian dalamnya sama-sama berisi kacang hijau manis yang menghadirkan perpaduan rasa gurih dan legit.
Kemiripan bentuk dan rasa membuat kedua camilan ini sering dianggap sebagai saudara kuliner lintas negara.
Kesamaan berbagai kuliner tersebut membuktikan bahwa makanan dapat menjadi jembatan budaya antarbangsa.
Meski berasal dari negara berbeda, setiap makanan tetap memiliki ciri khas yang mencerminkan identitas daerah asalnya.
Menjelajahi kuliner dunia menjadi pengalaman menarik untuk melihat bagaimana budaya saling memengaruhi melalui makanan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 4Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 5Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






