Simbol Kedekatan Indonesia dan "Komunis", Begini Sejarah Pembangunan Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta

AKURAT JAKARTA - Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) merupakan kompleks olahraga yang dibangun atas kerja sama antara Indonesia dan Uni Soviet.
Adapun stadion yang kini jadi homebase Persija Jakarta dan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia ini dibangun pada tahun 1962.
Dalam sejarahnya Stadion Gelora Bung Karno ini pernah dijadikan tempat penyelenggaraan Ganefo, sebuah pekan olahraga internasional tandingan Olimpiade.
Lantas bagaimana sejarah pembangunan Stadion Gelora Bung Karno yang dibantu oleh negara komunis, Uni Soviet.
Baca Juga: Penduduk Asli Jakarta yang Kini Terpinggirkan, Bagaimana Sejarah Munculnya Orang Betawi?
Pembangunan
Gelora Bung Karno dibangun pada tahun 1962 oleh Presiden Soekarno sebagai komplek olahraga.
Kala itu, tujuan pembangunan Stadion Gelora Bung Karno adalah untuk menyelenggarakan Asian Games IV.
Presiden Soekarno kala itu percaya diri jika proyek pembangunan stadion ini sebagai wujud harga diri bangsa Indonesia.
Pembangunan ini mendapat dukungan dari Uni Soviet yang meminjamkan dananya serta memberikan bantuan arsitek.
Baca Juga: Peristiwa Tanjung Priok Tahun 1984: Kronologi Sejarah Kelam di Jakarta
Meski kontroversial karena sedang dalam kondisi perekonomian yang tidak stabil, Soekarno yakin jika GBK adalah simbol harga diri.
Uni Soviet memberikan dukungan dana sebesar Rp 12,5 juta dolar untuk pembangunan Stadion yang diresmikan pada 21 Juli 1962.
Stadion Gelora Bung Karno ini sempat berubah nama menjadi Gelora Senayan, akan tetapi pada 2001, nama awal kembali melalui Keputusan Presiden No. 7 Tahun 2001.
Hingga kini, Stadion Gelora Bung Karno menjadi kebanggaan warga Indonesia dan jadi homebase bagi Tim Nasional Sepak Bola Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





