Jakarta

Asal-usul Pancoran di Jakarta Selatan: Ujian Tiga Putra Raja untuk Naik Tahta, sempat Ada Yang Mati tapi Dihidupkan Kembali

Fikri Hidayatulloh | 14 April 2024, 15:22 WIB
Asal-usul Pancoran di Jakarta Selatan: Ujian Tiga Putra Raja untuk Naik Tahta, sempat Ada Yang Mati tapi Dihidupkan Kembali

AKURAT JAKARTA - Jakarta merupakan salah satu wilayah di Pulau Jawa yang menjadi tujuan jutaan rakyat Indonesia pergi merantau.

Karena menjadi rumah bagi hampir 11,5 juta jiwa yang mengadu nasib, Jakarta identik dengan kemacetan jalan raya dan semrawut.

Tawaran perbaikan ekonomi dari Jakarta begitu menyilaukan jutaan rakyat dari berbagai pelosok negeri hingga mereka rela pergi jauh-jauh merantau.

Baca Juga: Bosan dengan Opor dan Rendang, Simak Resep Mie Ayam Bakso Rumahan yang Kerap Diburu di Momen Lebaran

Di Jakarta, tepatnya di Jakarta Selatan, ada salah satu daerah yang bernama Pancoran, yang identik dengan sebuah tugu tinggi menjulang.

Di atas tugu tersebut sebuah patung gagah perkasa yang berpose dengan sedemikian rupa yang dinamakan masyarakat setempat sebagai Tugu Pancoran.

Padahal, Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, dulu berbekal uang hasil menjual mobil pribadinya membangun tugu itu dan menamainya dengan nama Tugu Dirgantara.

Baca Juga: Hari Ini dan Besok Ada Pertunjukkan Es Skating di Indonesia Arena Berjudul Peter Pan on Ice, Simak Jadwalnya dan Harga Tiketnya

Terlepas dari sebuah tugu yang menjadi identitas Pancoran, keberadaan salah satu kecamatan di Jakarta ini memiliki cerita legenda.

Cerita legenda inilah yang menjadi asal-usul Pancoran.

Dikutip dari Buku SAHABATKU INDONESIA terbitan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan 2019, dikisahkan dulu kala, hiduplah seorang raja di daerah Jakarta Selatan, yang memiliki tiga orang pangeran yang gagah berani, yaitu Pangeran Jaya, Suta, dan Gerinda.

Baca Juga: Kamu Mau Ikut Arus Balik Lebaran Idulfitri Melewati Batang? 7 Prasasti Jadi Saksi Bisu Kabupaten Yang Kamu Lalui Ini Bukan Kaleng-kaleng!

Suatu hari kerajaan berencana memilih penerus takhta. “Tinggalkan istana besok! Akan ada ujian yang kalian hadapi di sana!" sabda Raja kepada putra-putranya.

Mereka memulai perjalanan. Di kala kehausan mereka menemukan telaga pancuran.

Kedua adik Pangeran Jaya langsung meminum air pancuran itu meski sudah dia larang. Seketika keduanya tewas terkapar.

Baca Juga: JANGAN KELEWATAN! Pameran Kendaraan Listrik, PEVS 2024 Digelar Akhir Bulan Ini, Simak Informasinya

Pangeran Jaya sangat terkejut. Tiba-tiba muncul seorang kakek yang berkata, “Adik-adikmu meminum air pancuran tanpa izin.  Jika adikmu bisa kuhidupkan kembali, apakah kau mau mati menggantikan mereka?"

"Baiklah," jawab Pangeran Jaya.

Seketika Pangeran Suta dan Pangeran Gerinda hidup kembali. Namun, Pangeran Jaya mendapati dirinya tetap hidup.

Baca Juga: Perubahan Positif: Misi Bang Zaki untuk Jakarta

"Aku bangga dengan pengorbananmu, Jaya," kata si Kakek.

Lalu, si kakek menaruh sebilah tongkat sembari berkata, “Yang bisa mengangkat tongkat ini, dialah ahli waris takhta kerajaan."

Kakek misterius yang menaruh tongkat itu pun menghilang.

Baca Juga: Kamu Mau Ikut Arus Balik Lebaran Idulfitri Melewati Batang? 7 Prasasti Jadi Saksi Bisu Kabupaten Yang Kamu Lalui Ini Bukan Kaleng-kaleng!

Pangeran Suta dan Pangeran Gerinda mencoba mengangkat tongkat itu, tetapi tidak bisa.

Akan tetapi, Pangeran Jaya dapat mengangkat tongkat itu. Kedua adiknya pun sadar bahwa ialah yang paling pantas menggantikan ayah mereka. Pangeran Jaya akhirnya mewarisi takhta.

Sejak kejadian di pancuran tersebut lokasi pancuran itu kemudian dinamakan Pancoran.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.