Sudah Jadi Tradisi Jelang Lebaran, Bagaimana Sejarah Mudik di Indonesia? Berikut Penjelasannya

AKURAT.CO - Dalam perkembangannya, mudik jelang lebaran merupakan sebuah tradisi yang sudah lama terjadi di Indonesia, bahkan tercatat dalam sejarah.
Mudik sendiri dilakukan kebanyakan orang untuk bisa pulang kampung dan merayakan lebaran bersama keluarga.
Aktivitas mudik sudah seperti wabah berskala nasional yang tak hanya umat muslim saja yang melakukan, bahkan yang non-Islam terkadang juga ikut berpartisipasi.
Lalu bagaimana sejarah mudik menjadi sebuah tradisi jelang lebaran di Indonesia?
Baca Juga: PT KAI Sediakan Promo Khusus Tiket Mudik Lebaran 2024, Simak di sini
Tradisi mudik yang menjadi fenomena masyarakat terjadi setelah Indonesia merdeka, tepatnya tahun 1950-an.
Kondisi itu ditambah ketika ibukota pindah ke Yogyakarta. Saat kembali ke Jakarta dan situasi kondusif pasca Agresi Militer Belanda ke-2, masyarakat berbondong-bondong pergi ke Jakarta.
Bahkan berdasarkan statistik kependudukan, di akhir tahun 1940-an, penduduk Jakarta hanya 800.000 jiwa.
Akan tetapi, setelah tahun 1950-an, penduduk di Jakarta bertambah menjadi 1.4 juta jiwa.
Baca Juga: Berikut Ini Tarif Tol Jakarta-Semarang Jelang Mudik 2024
Pendatang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mendominasi Jakarta kala itu.
Peperangan hingga kondisi ekonomi yang kurang berkembang membuat banyak orang menggantungkan harapannya di Jakarta.
Hal ini dipengaruhi juga oleh fokus pemerintah yang membangun Jakarta dengan berbagai fasilitas umum maupun perekonomian.
Mereka yang pindah ke Jakarta selama bertahun-tahun kemudian merasakan kerinduan dengan kampung halaman.
Baca Juga: Simak Daftar Tarif Tol Trans Jawa Jelang Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024
Ditambah mereka yang memperoleh penghasilan di Jakarta berharap tabungannya bisa membantu keluarga mereka di rumah.
Sejak saat itu, muncullah fenomena mudik secara massal yang dilakukan oleh kelas pekerja dari berbagai daerah di Jakarta.
Kemudian di tahun 1960-an, pemerintah mulai memperhatikan fenomena mudik tersebut. Salah satunya adalah menghidupkan jalur kereta api kuno peninggalan masa penjajahan Belanda.
Hingga tahun 1980-an, opsi transportasi untuk mudik ke kampung halaman semakin bervariasi, mulai bus, kendaraan pribadi, kapal laut, hingga pesawat.
Baca Juga: Simak Jadwal One Way, Ganjil-Genap, dan Contraflow Mudik Lebaran 2024
Istilah Mudik
Kata mudik pertama kali digunakan sebagai sebuah kata dalam ruang publik Indonesia tahun 1983.
Sebelumnya belum mengenal istilah mudik, masyarakat yang mengenal pulang kampung, bersilaturahmi dengan keluarga besar, dan halal bi halal dengan keluarga daerah.
Istilah mudik diperkirakan berasal dari kisah para pembantu yang berasal dari Kaliurang, lereng Gunung Merapi yang bekerja di pusat kota Yogyakarta.
Mereka menggunakan kata "mudik" untuk sebuah kegiatan kembali ke rumah. Sejak saat itu, istilah mudik masif digunakan hingga saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









