Perang Dahsyat Kesultanan Cirebon dengan Kerajaan Galuh, Sunan Gunung Jati Utus Raden Arya Kemuning.

AKURAT JAKARTA - Sunan Gunung Jati utus Raden Arya Kemuning untuk pimpin perang Kesultanan Cirebon dengan Kerajaan Galuh.
Raden Arya Kemuning merupakan putra Ki Gedeng Luragung yang diangkat anak oleh Sunan Gunung Jati.
Hal ini dilakukan Sunan Gunung Jati untuk mengobati rasa sedih yang dirasakan istrinya Putri Ong Tien.
Baca Juga: Masa Kejayaan Kesultanan Cirebon, Sunan Gunung Jati Taklukan Kerajaan Pajajaran
Putri Ong Tien merasa sedih hati lantaran putranya yang baru saja dilahirkan meninggal dunia.
Sunan Gunung Jati saat itu sedang melakukan perluasan wilayah Kesultanan Cirebon. Perjalanannya diteruskan menuju Kerajaan Kuningan.
Saat itu pusat kerajaan Kuningan berada di Windu Herang, perjalanan ini untuk menemui saudara Ki Gedeng Luragung.
Baca Juga: Mengenal Sosok Shanks yang Misterius dalam Serial Anime One Piece
Ki Gedeng Luragung memiliki saudara yaitu Brata Wijaya atau Pangeran Arya Kemuning.
Dan ini adalah asal usul dari nama Surangga Jaya yang kemudian berganti dengan gelar Raden Arya Kemuning.
Putra Ki Gedeng Luragung dititipkan pada Raden Arya Kemuning yang merupakan saudara dari Ki Gedeng Luragung.
Baca Juga: Simak Prediksi 12 Shio Jelang Imlek 2024 yang Masuk ke Tahun Naga Api (Part 2)
Raden Arya Kemuning merupakan nama lain dari Brata Wijaya.
Sunan Gunung Jati menitipkan Putra angkatnya yaitu Surangga Jaya untuk diasuh dan dididik oleh Brata Wijaya.
Sunan Gunung Jati pun berpesan bahwa anak tersebut setelah dewasa kelak akan diangkat menjadi penguasa di Kuningan.
Dalam masa pengasuhan Brata Wijaya, Surangga Jaya dididik untuk menjadi seorang pemimpin.
Surangga Jaya dilatih dan diajarkan ilmu ilmu kanuragan dan teknik berperang serta politik kepemimpinan olehnya.
Walaupun Surangga Jaya hanyalah seorang anak asuh namun Ia dapatkan kasih sayang layaknya anak asli.
Kedekatan hubungan antara paman dan ponakan ini bagaikan seorang ayah dan seorang anak saja.
Baca Juga: Kekuatan Virgo Shaka dalam Anime Saint Seiya yang Konon Setara Dewa
Maka ketika Surangga Jaya menjadi raja, ia mendapatkan gelar dengan nama Raden Arya kemuning.
Gelar ini diambil dari nama pamannya sendiri yang telah menjadi guru dan telah mendidiknya dari kecil hingga remaja.
Setelah beranjak dewasa Surangga Jaya atau Raden Arya kemuning dinobatkan menjadi penguasa Kuningan dengan gelar Adipati Kuningan oleh Sunan Gunung Jati.
Baca Juga: Nostalgia! Simak 3 Serial Anime Klasik yang Direkomendasikan Ditonton
Kuningan akhirnya menjadi satu wilayah yang berdaulat, dibawah naungan Kesultanan Cirebon.
Dengan peristiwa itu secara otomatis Kuningan menjadi wilayah bawahan dari Kesultanan Cirebon.
Kuningan di bawah pemimpinan Raden Arya kemuning menjadi salah satu benteng kekuatan Kesultanan Cirebon.
Baca Juga: Mengenal Sosok Shanks yang Misterius dalam Serial Anime One Piece
Pada penaklukan Kerajaan Galuh oleh kesultanan Cirebon yang dibantu oleh pasukan Demak.
Raden Arya Kemuning mengambil peran penting dan ia dipercaya menjadi panglima perang pada saat itu.
Raden Arya kemuning beberapa kali terlibat pertempuran dengan pasukan Galuh yang dipimpin Prabu Cakraningrat.
Baca Juga: My Fest – My Childhood Dream Bersama JKT48 di Pemuda City Walk Pekanbaru, Catat Tanggalnya
Kuningan menolak untuk membayar upeti kepada kerajaan Galuh, karena merasa sudah menjadi bawahan Cirebon.
Prabu cakraningrat pun murka, ia marah besar dan mengutus seorang patih yang bernama Adipati Arya kiban kekuningan.
Adipati Arya Kiban yang diutus akhirnya terjadilah perang tanding antara Raden Arya kemuning dan Adipati Arya kiban.
Baca Juga: One Piece! Berikut 3 Karakter yang Mampu Membaca Naskah Poneglyph, Ada Nico Robin!
Pertarungan yang sangat hebat tidak bisa dihindarkan, namun Adipati Arya kiban dapat dikalahkan Raden Arya Kemuning.
Raden Arya Kiban yang kalah dari Raden Arya Kemuning akhirnya melarikan diri lalu menghilang di wilayah Telaga Remis.
Itulah sekilas tentang kisah peperangan antara kesultanan Cirebon dengan Kerajaan Galuh.
Raden Arya Kemuning menjadi Panglima Perang yang di percaya Sunan Gunung Jati dalam mengahadapi Kerajaan Galuh.. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 6Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya


