Jakarta

Perang Dahsyat Kesultanan Cirebon dengan Kerajaan Galuh, Sunan Gunung Jati Utus Raden Arya Kemuning.

Tiara Juliyanti Putri | 9 Februari 2024, 16:41 WIB
Perang Dahsyat Kesultanan Cirebon dengan Kerajaan Galuh, Sunan Gunung Jati Utus Raden Arya Kemuning.

AKURAT JAKARTA - Sunan Gunung Jati utus Raden Arya Kemuning untuk pimpin perang Kesultanan Cirebon dengan Kerajaan Galuh.

Raden Arya Kemuning merupakan putra Ki Gedeng Luragung yang diangkat anak oleh Sunan Gunung Jati.

Hal ini dilakukan Sunan Gunung Jati untuk mengobati rasa sedih yang dirasakan istrinya Putri Ong Tien.

 Baca Juga: Masa Kejayaan Kesultanan Cirebon, Sunan Gunung Jati Taklukan Kerajaan Pajajaran

Putri Ong Tien merasa sedih hati lantaran putranya yang baru saja dilahirkan meninggal dunia. 

Sunan Gunung Jati saat itu sedang melakukan perluasan wilayah Kesultanan Cirebon. Perjalanannya diteruskan menuju Kerajaan Kuningan.

Saat itu pusat kerajaan Kuningan berada di Windu Herang, perjalanan ini untuk menemui saudara Ki Gedeng Luragung.

 Baca Juga: Mengenal Sosok Shanks yang Misterius dalam Serial Anime One Piece

Ki Gedeng Luragung memiliki saudara yaitu Brata Wijaya atau Pangeran Arya Kemuning.

Dan ini adalah asal usul dari nama Surangga Jaya yang kemudian berganti dengan gelar Raden Arya Kemuning.

Putra Ki Gedeng Luragung dititipkan pada Raden Arya Kemuning yang merupakan saudara dari Ki Gedeng Luragung.

 Baca Juga: Simak Prediksi 12 Shio Jelang Imlek 2024 yang Masuk ke Tahun Naga Api (Part 2)

Raden Arya Kemuning merupakan nama lain dari Brata Wijaya.

Sunan Gunung Jati menitipkan Putra angkatnya yaitu Surangga Jaya untuk diasuh dan dididik oleh Brata Wijaya.

Sunan Gunung Jati pun berpesan bahwa anak tersebut setelah dewasa kelak akan diangkat menjadi penguasa di Kuningan.

Dalam masa pengasuhan Brata Wijaya, Surangga Jaya dididik untuk menjadi seorang pemimpin.

Surangga Jaya dilatih dan diajarkan ilmu ilmu kanuragan dan teknik berperang serta politik kepemimpinan olehnya.

Walaupun Surangga Jaya hanyalah seorang anak asuh namun Ia dapatkan kasih sayang layaknya anak asli.

Kedekatan hubungan antara paman dan ponakan ini bagaikan seorang ayah dan seorang anak saja.

 Baca Juga: Kekuatan Virgo Shaka dalam Anime Saint Seiya yang Konon Setara Dewa

Maka ketika Surangga Jaya menjadi raja, ia mendapatkan gelar dengan nama Raden Arya kemuning.

Gelar ini diambil dari nama pamannya sendiri yang telah menjadi guru dan telah mendidiknya dari kecil hingga remaja.

Setelah beranjak dewasa Surangga Jaya atau Raden Arya kemuning dinobatkan menjadi penguasa Kuningan dengan gelar Adipati Kuningan oleh Sunan Gunung Jati.

 Baca Juga: Nostalgia! Simak 3 Serial Anime Klasik yang Direkomendasikan Ditonton

Kuningan akhirnya menjadi satu wilayah yang berdaulat, dibawah naungan Kesultanan Cirebon.

Dengan peristiwa itu secara otomatis Kuningan menjadi wilayah bawahan dari Kesultanan Cirebon.

Kuningan di bawah pemimpinan Raden Arya kemuning menjadi salah satu benteng kekuatan Kesultanan Cirebon.

 Baca Juga: Mengenal Sosok Shanks yang Misterius dalam Serial Anime One Piece

Pada penaklukan Kerajaan Galuh oleh kesultanan Cirebon yang dibantu oleh pasukan Demak.

Raden Arya Kemuning mengambil peran penting dan ia dipercaya menjadi panglima perang pada saat itu.

Raden Arya kemuning beberapa kali terlibat pertempuran dengan pasukan Galuh yang dipimpin Prabu Cakraningrat.

 Baca Juga: My Fest – My Childhood Dream Bersama JKT48 di Pemuda City Walk Pekanbaru, Catat Tanggalnya

Kuningan menolak untuk membayar upeti kepada kerajaan Galuh, karena merasa sudah menjadi bawahan Cirebon.

Prabu cakraningrat pun murka, ia marah besar dan mengutus seorang patih yang bernama Adipati Arya kiban kekuningan.

Adipati Arya Kiban yang diutus akhirnya terjadilah perang tanding antara Raden Arya kemuning dan Adipati Arya kiban.

 Baca Juga: One Piece! Berikut 3 Karakter yang Mampu Membaca Naskah Poneglyph, Ada Nico Robin!

Pertarungan yang sangat hebat tidak bisa dihindarkan, namun Adipati Arya kiban dapat dikalahkan Raden Arya Kemuning.

Raden Arya Kiban yang kalah dari Raden Arya Kemuning akhirnya melarikan diri lalu menghilang di wilayah Telaga Remis.

Itulah sekilas tentang kisah peperangan antara kesultanan Cirebon dengan Kerajaan Galuh.

Raden Arya Kemuning menjadi Panglima Perang yang di percaya Sunan Gunung Jati dalam mengahadapi Kerajaan Galuh.. (*) 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.