Israel Pakai Kelaparan sebagai Senjata Perang di Gaza, Menlu Palestina: Mereka Perang Melawan Penduduk yang Didudukinya

AKURAT JAKARTA – Israel dituduh telah menggunakan kelaparan sebagai senjata perang di Gaza.
Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengatakan, sekitar 1 juta warga Gaza saat ini menghadapi kelaparan.
Demikian al-Maliki saat memberikan keterangan kepada media di acara peringatan 75 tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia di kantor PBB di Jenewa, Swiss, dikutip laman Alarabiya.
Baca Juga: Tentara Israel Kena Adzab Allah, Diserang Wabah Penyakit Mematikan di Jalur Gaza, Begini Kondisinya
“Setengah dari mereka adalah anak-anak, kelaparan, bukan karena bencana alam atau karena kurangnya bantuan yang menunggu di perbatasan."
"Mereka kelaparan karena Israel sengaja menggunakan kelaparan sebagai senjata perang melawan penduduk yang didudukinya,” katanya.
Lebih lanjut, al-Maliki mengatakan komunitas internasional gagal melindungi warga Palestina.
Baca Juga: Jarang Orang Tahu, Ini Sejarah Dibangunnya Masjid Istiqlal Jakarta, Terbesar di Asia Tenggara
“Kita hidup dalam realitas distopia yang mengecualikan warga Palestina dari hak-hak dasar yang paling mendasar yang diberikan kepada seluruh umat manusia,” ujarnya.
Di sisi lain, pejabat Israel membantah tudingan al-Maliki tentang kesengajaan Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang di Gaza.
“Ini tentu saja tidak senonoh. Tuduhan yang bersifat fitnah dan khayalan,” ujar pejabat itu saat diwawancara Reuters.
Pejabat Israel itu mengeklaim justru negaranya mendorong peningkatan pengiriman makanan ke Gaza dari Rafah, Mesir.
Dia menyalahkan kelambanan di area perbatasan Mesir-Gaza menjadi penyebab minimnya bantuan pangan yang memasuki Gaza.
Saat ini Israel tengah mengintensifkan serangannya di wilayah selatan Gaza, termasuk Rafah yang dekat dengan perbatasan Mesir.
Ketika pertempuran terjadi di wilayah utara Gaza, lebih dari 1 juta penduduk mengungsi ke selatan.
PBB telah menyampaikan bahwa saat ini tak ada tempat aman di Gaza. Sekitar 1,9 juta orang atau 85 persen dari populasi Gaza telah kehilangan tempat tinggal.
Sebagian dari mereka bahkan kehilangan tempat bernaung lebih dari satu kali.
Sejauh ini jumlah warga Gaza yang terbunuh akibat agresi Israel telah melampaui 18.400 jiwa.
Sementara korban luka 50 ribu orang. Jumlah itu dihitung sejak Israel memulai agresinya ke Gaza pada 7 Oktober 2023. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





