Jakarta

Kronologi Detik-detik Satu Keluarga Tewas di Dalam Mobil Tertimpa Tanah Longsor di Tapanuli

Ainun Kusumaningrum | 5 Februari 2024, 10:15 WIB
Kronologi Detik-detik Satu Keluarga Tewas di Dalam Mobil Tertimpa Tanah Longsor di Tapanuli

AKURAT JAKARTA  - Kecelakaan maut satu keluarga yang berada di dalam mobil tewas tertimpa dan terbawa material longsor akibat tebing runtuh saat hujan lebat turun.

Longsor terjadi di Desa Sibalanga Julu, Kecamatan Adian Hoting, Tapanuli, Provinsi Sumatra Utara (Sumut).

Tepatnya saat korban berada di dekat tebing sekitar Jalan Nasional Tarutung-Sibolga, Sabtu (3/2/2024, pukul 17.00 WIB.

 Baca Juga: Soundtrack Film Barbie, What I Made For, Bawa Pulang Grammy Award, Billie Eilish Senang

Satu keluarga ini terdiri dari suami, istri dan seorang balita.

Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara Septian Yudiansyah menjelaskan kejadian nahas itu. 

Kronologi saat mobil yang ditumpangi korban sedang berhenti karena macet akibat tanah longsor beberapa meter di depannya.

Di sepanjang jalan nasional itu semalam itu totalnya ada lima titik longsor. Posisi korban ini sedang berhenti karena memang macet, di depan ada longsor.

Baca Juga: Resep Pindang Bandeng Kecap ala Betawi, Sajian Khas Tahun Baru Imlek untuk Orang Tua atau Mertua

"Tiba-tiba tebing di sisi jalan tempat mobil korban berhenti juga longsor," jelas Septian melalui sambungan telepon, Minggu (4/2/2024).

Selain tiga orang meninggal dunia, longsor juga mengakibatkan enam orang luka berat dirujuk ke Rumah Sakit Sibolga.

Sementara itu, tujuh orang mengalami luka ringan dan telah dirawat di Puskesmas Parsikaman.

Beberapa kendaraan turut terdampak longsor antara lain lima unit minibus, satu unit truk fuso ekspedisi, dan satu unit sepeda motor.

Satu unit rumah rusak berat tertimbun material longsor.

Tim gabungan turun ke lapangan dan melakukan evakuasi terhadap korban tanah longsor ini.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga menurunkan satu unit eskavator guna pembersihan material longsor.

"Hari ini kami akan lanjutkan upaya pencarian korban lagi karena menurut beberapa saksi ada motor-motor lain yang juga terkena longsoran semalam", kata Septian.

Sementara itu, akses Jalan Nasional Tarutung-Sibolga yang merupakan jalan lintas perbatasan Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara terdampak longsor sudah dapat dilalui kembali dengan sistem buka tutup sejak dini hari tadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Sumatra Utara, hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan badai petir di wilayah lereng barat, pantai barat Sumatra Utara yang dapat menyebabkan banjir dan longsor, pada Minggu (4/2/2024) dan Senin (5/2/2024).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berpergian di musim penghujan.

Apabila terjadi hujan deras dalam periode lebih dari satu jam dan jarak pandang kurang dari 100 meter, maka masyarakat yang sedang berkendara diimbau untuk mencari lokasi yang aman dan menepi sejenak, serta hindari berada dekat dengan lereng tebing yang berpotensi longsor. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.