Jakarta

Data Terbaru! Kasus Cacar Monyet di DKI Capai 29 Orang, Semua Laki-laki,Tertular dari Hubungan Badan Beresiko

Sastra Yudha | 8 November 2023, 22:57 WIB
Data Terbaru! Kasus Cacar Monyet di DKI Capai 29 Orang, Semua Laki-laki,Tertular dari Hubungan Badan  Beresiko

AKURAT JAKARTA - Jumlah kasus cacar monyet atau monkeypox di DKI Jakarta terus bertambah.

Hingga Rabu, 8 November 2023, tercatat ada 29 orang yang positif cacar monyet. Semuanya laki-laki dan berdomisili di Jakarta.

Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama, menungkapkan bahwa kasus cacar monyet di Jakarta bertambah dua kasus dalam dua hari terakhir.

"Kasus total ada 30 orang. Satu kasus yang pada tahun 2022 itu sudah sembuh. Saat ini kasus positif aktif ada 29 orang," kata Ngabila dalam keterangannya.

Ngabila mengatakan, 29 pasien yang terkonfirmasi positif cacar monyet tersebut saat ini masih diisolasi di sejumlah rumah sakit.

Baca Juga: Persija Vs Persikabo 1973 di Stadion Patriot Bekasi, Macan Kemayoran Bawa Modal Positif

"Semua pasien (cacar monyet) itu bergejala ringan. Semua tertular dari kontak seksual. Semua laki-laki usia 25 sampai 50 tahun," ungkap Ngabila.

Ngabila menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kasus positif monkeypox ini. Pantauan dilakukan minimal sampai dengan 24 November 2023.

"Dipantau terus, minimal 2 kali masa inkubasi terpanjang atau 6 minggu dari 13 Oktober 2023, sejak kasus transmisi lokal pertama ditemukan di Indonesia," ujarnya.

Ngabila mengatakan, surveilans akan dikencangkan terutama pada wilayah perkotaan, tempat mobilitas dan aktivitas tinggi.

Caranya, bisa dengan penemuan kasus aktif perlu dilakukan, terutama pada kelompok-kelompok yang populasi kunci dan orang dengan gejala infeksi menular seksual, dengan riwayat seks beresiko, baik oral dan genital.

Baca Juga: Profil Ratu Kalinyamat, Pejuang dari Jepara yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2023

"Mpox di Indonesia sampai saat ini 100 persen ditularkan melalui kontak seksual. Namun, data global menunjukkan 95 persen ditularkan melalui kontak seksual, dan ada 5 persen yang penularan droplet pada anak, bumil, ibu menyusui, dan lansia sebagai kelompok rentan lainnya," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.