Jakarta

Kasus Cacar Monyet Terus Bertambah, Ini Upaya yang Dilakukan Dinkes DKI Jakarta

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 9 November 2023, 15:34 WIB
Kasus Cacar Monyet Terus Bertambah, Ini Upaya yang Dilakukan Dinkes DKI Jakarta

AKURAT JAKARTA - Kasus cacar monyet atau monkeypox di DKI Jakarta terus mengalami peningkatan.

Tercatat per 8 November 2023, jumlah kasus aktif monkeypox mencapai 29 kasus.

Menyikapi itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan tracking atas kasus monkeypox.

"Setiap kasus kita ketemu, pasti kita tracking langsung. Siapa saja kontak eratnya untuk kita cek," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/11/2023).

Ia mengaku bahwa keseluruhan kasus aktif monkeypox saat ini merupakan laki-laki dewasa dan memiliki kontak erat.

Lanjutnya, pasien positif cacar monyet ini merupakan kelompok rentan. Namun, di luar itu semua orang juga berpotensi tertular.

Baca Juga: Harmony Fest di Tangsel 25 November 2023, Ada Festival Kuliner hingga Sharing Session dengan Artis Ternama

"Ya, memang ada beberapa kelompok yang rentan untuk tertular, dan kebetulan mungkin muncul kasus awalnya dari kelompok itu," tutur Ani.

"Tapi pada dasarnya dia bisa menular ke semua orang, cuma ada beberapa kelompok yang lebih rentan untuk tertular," lanjut Ani.

Di media sosial tuh ada tuh bu, beritanya tentang monkey pox terkena pada anak-anak di Jakarta. Itu bener tidak bu?

Meski mayoritas pasien positif merupakan orang dewasa, Ani menyebut anak-anak juga tetap bisa tertular.

"Bisa (tertular) . Kalau itu kan karena kontak erat. Kalo anak-anaknya kebetulan punya kontak, kesentuh (pasien postif)," ungkapnya.

Baca Juga: Resep Oseng Bakso Mercon Anti Ribet, Cemilan dan Lauk Nasi yang Cocok untuk Penyuka Pedas

Dikatakan Ani, selain menular melalui kontak erat, cacar monyet juga bisa menular melalui udara.

"Lewat udara, ada kemungkinan menular secara droplet. Tetapi yang pasti penularannya adalah dengan kontak, kontak erat," terang Ani.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah, terutama di tengah keramaian.

"Ya. Kalau himbauan pemakaian masker itu memang berlaku secara umum. Di situasi-situasi, ketika kita melihat memang kurang kondusif, atau keramaian, itu memakai masker lebih baik untuk mencegahnya," paparnya.

Ani mengaku, saat ini pihaknya juga terus gencar melakukan vaksinasi monkeypox, terutama pada kelompok rentan.

"Saya belum terupdate sampai berapa banyak, tapi jalan terus. Prioritas vaksinasi ke kelompok yang rentan tertular," imbuh Ani.

Baca Juga: Warga Bekasi Merapat! Akhir Pekan Ini Ada Konser Gratis Feel Koplo, Cek Lokasi dan Tanggalnya

Selain vaksinasi, kata Ani, pihaknya juga melibatkan komunitas dan organisasi untuk sosialisasi dan pendampingan terkait hal ini untuk menekan kasus monkeypox di Jakarta.

"Kita selalu pendampingan. Karena itu, gak cuma kita. Banyak organisasi yang juga mendampingi, karena itu kita dapat data-datanya, lalu kita publish untuk yang paling berisiko yang kita vaksin," tandas Ani. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.