Ini Perjuangan Gus Dur untuk Palestina, Mulai Raja Jordan sampai Beri Uang ke Dubes

AKURAT JAKARTA - Kisah Gus Dur atau KH Abdurahman Wahid membuat acara Malam Puisi Palestina di Yaman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Seperti disampaikan puteri Gus Dur di akun X @alissa_wahid yang menceritakan tentang keberpihakan Gus Dur terhadap Palestina.
Di tahun 2018, dia membagikan cerita tentang pertemuannya dengan Advisor Raja Jordania.
Baca Juga: Momen Megawati Membaca Sholawat, Bawa Red Spraks Balikan Keadaan, Lawan Kena Mental
Dalam pertemuan tersebut, sang advisor menyampaikan bahwa dirinya sudah bersahabat lama dengan Gus Dur.
Juga beberapa kali bertemu Gus Dur dalam forum internasional untuk Palestina.
Katanya, ada ide Gus Dur yang dititipkan ke dia lalu dibawa ke Raja Jordan sebagai Custodian of the Holy Place untuk perdamaian Palestina.
Baca Juga: Seruan Boikot Produk Teknologi Israel, Nomor 5 Banyak Digunakan di Indonesia
Di suatu waktu, Alissa pernah melihat sendiri Gus Dur menyerahkan uang ke Dubes Palestina, Ribbi Awwad.
Gus Dur menjelaskan kepada Alissa Wahid bahwa ia setiap bulan memberikan support Kedubes Palestina karena mereka tidak sanggup membiayai Kedubesnya.
Pada tahun 1982 Gus Dur meggagas “Malam Puisi Palestina” yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki Jakarta.
Baca Juga: Dukung Penuh Pasangan Prabowo-Gibran, Bang Zaki Ungkap Filosofi Pohon Beringin yang Tahan Serangan
Ditahun ini, Gus Dur selain menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, ia juga menjabat sebagai ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).
Gus Dur mengusulkan agar acara itu diisi dengan pembacaan puisi-pusi karya penyair Palestina.
Beberapa di antaranya adalah Nizar Qabbani, Mahmud Darwisy, dan lain-lain.
Pada malam solidaritas untuk perdamaian tersebut, Gus Dur mengajak kawan-kawan pegiat seni untuk membacakan sajak-sajak puisi.
Mereka antara lain adalah Sutardji Calzoum Bahri, Subagyo Sastrowardoyo, WS Rendra, Zawawi Imron, dkk.
Penyair-penyair tersebut tidak ada satu pun yang bisa membacakan puisi dalam bahasa arab.
Akhirnya Gus Dur meminta Gus Mus untuk membacakan puisi penyair palestina di acara tersebut dengan menggunakan bahasa arab.
Di sinilah sosok Gus Mus mulai dikenal sebagai penyair. Wallahu Alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





