Kasus ISPA Pada Balita Alami Kenaikan, Anak-Anak Diminta Pakai Masker

AKURAT.CO - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengimbau balita hingga anak-anak untuk memakai masker saat keluar rumah.
Hal ini untuk meminimalisir infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) karena dampak polusi udara yang terus meningkat di ibu kota.
Heru pun tidak menampik pernyataan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin yang menyebut bahwa kasus ISPA pada anak-anak mengalami kenaikan, bahkan hingga 31 persen.
Baca Juga: Ada Unjuk Rasa di Patung Kuda, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
"Penyampaian dari Pak Menkes bahwa memang benar. Ispa ada kenaikan sedikit, 24 sampai 31 persen khususunya balita," ujar Heru di Balai Kota, Selasa (29/08).
"Jadi kami mengimbau anak-anak kecil kalau bisa keluar rumah bisa menggunakan masker," sambungnya.
Meski mengalami kenaikan, Heru menambahkan kasus ISPA tersebut masih dikategorikan ringan dan bisa ditangani oleh puskesmas.
Baca Juga: Resep Masakan Ayam Kecap, Enak dan Renyah Disukai Semua Lidah
"Iya ada kenaikan. Tapi tetep ditangani oleh puskesmas tapi ispa nya kan masih ringan. Mudah-mudahan," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa polusi udara menjadi salah satu penyebab utama penyakit pneumonia, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan asma.
Selain ketiga penyakit tersebut, Budi Gunadi juga menyebutkan tiga penyakit parah akibat gangguan pernapasan yakni kanker paru, penyakit paru kronis, serta tuberkulosis.
Baca Juga: 16 Tahun Beraksi, Copet Senior Spesialis KRL Ditangkap Polisi
Budi pun menyebut di antara lima komponen di udara yang bisa menyebabkan polusi udara, PM 2,5 adalah yang paling berbahaya sebab bisa masuk ke dalam paru.
Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2.5 mikrometer.
“Kita diminta memonitor lima komponen di udara, tiga diantaranya bersifat gas dan dua lainnya bersifat barang-barang kecil padat," kata Budi dikutip dari Antara, Selasa (29/08).
"Gasnya yaitu sulfur, CO, nitrogen, dan dua partikelnya adalah PM 10 mikro dan PM 2,5 yang bahaya adalah yang 2.5 karena bisa masuk sampai ke dalam paru," tutup Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



