Kualitas Udara di Jakarta Buruk, DPRD Dorong Penggunaan Masker dan Transportasi Umum

AKURAT.CO - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mendorong agar masyarakat menggunakan masker dan transportasi umum di tengah kualitas udara ibu kota yang buruk dan membahayakan kesehatan.
"Jadi ya mengimbau kepada masyarakat Jakarta keluar pake masker, itu sudah harus wajib. Lalu kalau bisa pakai kendaraannya, naik transportasi umum," kata Pras, Rabu (16/08).
Terkait penggunaan masker sendiri, Pras menuturkan bahwa ia sudah meminta sekertariat dewan (sekwan) untuk menyediakan masker bagi karyawan di lingkungan DPRD DKI Jakarta maupun tamu.
Baca Juga: Dampak Polusi Udara, Ketua DPRD Pastikan ASN Pemprov DKI Akan WFH Selama Tiga Bulan
"Kita memutuskan untuk temen-teman sekwan, tadi saya bicara dengan Pak Sekwan untuk mempersiapkan beli masker. Untuk yang bekerja di sini dan tamu-tamu juga pakai masker," terangnya.
Di lingkungan Pemprov DKI, kata Pras, pihaknya akan menerapkan work from home (WFH) selama tiga bulan ke depan. Dan belajar dari Covid-19, ia berharap pihak lain dapat mengambil sikap serupa.
"Saya membuat kebijakan di internal DPRD, 50 persen WFH. Saya mencontohkan ya, saya melaksanakan di sini," terang Pras.
"Karena melihat situasi seperti ini saya harus ambil sikap. Karena akhirnya agar jangan menjadi kayak pandemi covid. Ntar orang kena semua, orang ngga kerja semua," sambungnya.
Lebih lanjut, Pras menerangkan bahwa publik maupun pabrik dari daerah penyangga atau daerah sekitar ibu kota juga harus berperan aktif dalam mengatasi persolan polusi udara ini.
Baca Juga: Koalisi Ibukota Minta DPRD DKI Ingatkan Heru Budi Tak Remehkan Persoalan Polusi Udara
"Penyangga jakarta yang punya pabrik-pabrik juga harus care ya terhadap situasi dan kondisi yang sekarang. Jangan mikirkan hanya istilahnya usahanya atau pendapatannya aja, tapi dia ngga mikirin dampak ke masyarakatnya," papar Pras.
"Imbauan saya ke publik Jakarta dan pinggir Jakarta kalau bisa tertib, saya rasa mudah-mudahan bisa selesai. Karena persoalannya mereka buat sesuatu, dampaknya ke Jakarta," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





