Jakarta

Empat Tahapan Tekan Stunting di DKI Jakarta Ala Menkes

Khaerul S | 24 Juli 2023, 19:47 WIB
Empat Tahapan Tekan Stunting di DKI Jakarta Ala Menkes

AKURAT.CO - Menteri Kesehetan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menekan stunting di ibu kota.

Dikatakan Budi, pertama, data harus dibuat transparan dan penimbangan dilakukan untuk seluruh balita.

"Itu banyak sekali daerah yang belum nimbang. DKI ini yang paling komit dan siap untuk bisa nimbang 798 ribu balita itu semua," kata Budi di Balai Kota Jakarta, Senin (24/07/2023).

Lanjut Budi, ketika sudah ditimbang dan mendapatkan kategorinya, maka jangan sampai balita rawan stunting masuk ke dalam kategori stunting. Sebab, ketika sudah stunting akan sulit disembuhkan dan biayanya mahal.

"Kalau sudah masuk stunting itu udah telat, susah sembuhnya dan mahal. Jadi kita harus jaga yang istilahnya rawan stunting," ungkap Budi.

"Nah yang rawan stunting ini, kita akan kerja sama dengan pak gubernur supaya mereka jangan jadi stunting dengan intervensi makanan protein hewani," tambahnya.

Terkait pendanaan, kata Budi, karena DKI merupakan provinsi yang kaya, maka sayang jika tidak dibantu. Melalui "Gerakan Anak Sehat", Budi berharap nantinya akan ada orang tua asuh atau perusahaan asuh yang bisa bantu.

"Pendanaannya tidak masalah, kita akan berintegrasi dengan pak gubernur untuk bantu 36 ribu itu. Banyak sekali perusahaan di bawah pengawasan pak gubernur yang pasti mau bantu," tuturnya.

Terakhir, Budi mengungkapkan yang paling sulit adalah bagaimana memastikan makanan atau bantuan dari pemerintah dimakan oleh balita, bukan orang tua atau anggota keluarga yang lain.

"Bagaimana memastikan begitu kita bantu, itu makanan jadi protein hewani yang masuk ke mulut balitanya. Gimana memastikan dan menjaganya. Kita butuh partisipasi masyarakat seluas-luasnya," imbuh Budi.

"Kalau ini sukses, ini akan jadi model replikasi di seluruh kabupaten kota. Mohon dukungannya," pungkasnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A