Gubernur Pramono Ungkap Alasan BUMD Jakarta Didorong Jadi Perseroda: Supaya Lebih Profesional

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan alasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk berubah menjadi Perseroan Daerah (Perseroda).
Pramono mengatakan, perubahan badan hukum tersebut dilakukan agar pengelolaan BUMD di Jakarta dapat berjalan lebih profesional.
Ia mencontohkan sejumlah BUMD seperti PAM Jaya, TransJakarta, dan Bank DKI yang akan didorong untuk memiliki tata kelola yang lebih profesional.
"Yang jelas kenapa harus Perseroda, bahwa baik itu PAM Jaya, TransJakarta, Bank DKI, itu akan dibuat lebih profesional," kata Pramono saat ditemui usai peluncuran konsep desain transformasi Blok M fase ultimate, Selasa (6/10/2026).
Menurut Pramono, perubahan tersebut juga berkaitan dengan upaya memperkuat pengawasan publik terhadap BUMD.
Ia menilai, pengawasan masyarakat akan lebih baik apabila pengelolaan BUMD tidak terlalu terpusat pada kepala daerah.
"Karena saya meyakini bahwa pengawasan publik atau masyarakat itu akan lebih baik dibandingkan dengan segala sesuatunya yang mengerucut pada satu orang, yaitu pada Gubernur," ujarnya.
Pramono mengakui dirinya sebagai gubernur memiliki keterbatasan untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh BUMD yang berada di bawah Pemprov DKI Jakarta.
"Saya sebagai Gubernur pasti tidak punya daya tangan saya untuk melakukan pengawasan secara menyeluruh," katanya.
Karena itu, menurut Pramono, perubahan badan hukum tersebut dilakukan untuk memperkuat tata kelola perusahaan daerah.
"Maka perubahan ini semata-mata untuk membuat transparansi, efektivitas, dan juga agar BUMD yang ada di Jakarta ini menjadi jauh lebih sehat," tutur Pramono.
Selain mendorong perubahan badan hukum, Pramono juga mengungkap rencana untuk mendorong sejumlah BUMD Jakarta melantai di bursa saham.
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu mengatakan, langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat kontrol publik terhadap perusahaan milik daerah.
"Termasuk seperti yang saya sampaikan, beberapa BUMD saya akan dorong untuk segera IPO atau go public," ucap Pramono
"Bukan apa-apa, supaya kontrol publiknya menjadi lebih baik," sambungnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







