Jakarta

Redam Dampak Abu Vulkanik, BPBD DKI Tunggu Waktu Tepat Gelar OMC hingga 13 September

Laode Akbar | 8 September 2026, 13:48 WIB
Redam Dampak Abu Vulkanik, BPBD DKI Tunggu Waktu Tepat Gelar OMC hingga 13 September
Petugas BPBD DKI Jakarta menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

AKURAT JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus mematangkan rencana pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya meredam dampak sebaran abu vulkanik yang mencapai wilayah Jakarta.

Meski posko OMC telah diaktifkan, pelaksanaan operasi tersebut masih menunggu waktu yang tepat berdasarkan kondisi cuaca dan ketersediaan awan.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menentukan waktu terbaik pelaksanaan OMC.

Baca Juga: Lanjutkan Program Zaki Iskandar, Bupati Maesyal Rasyid Targetkan 1.100 Aspontren dan Sanitren Tuntas dalam 3 Tahun

"Jadi, kita juga tetap koordinasi dengan BMKG untuk mencari waktu yang tepat dilaksanakan OMC. Kalau posko kita tetap aktif, tapi waktu yang tepatnya ini yang kita masih nunggu," kata Marulitua kepada wartawan dikutip, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, BPBD DKI masih menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan agar OMC dapat dilaksanakan secara optimal untuk membantu menangani dampak sebaran abu vulkanik.

"Waktu yang tepat untuk kita bisa lakukan OMC itu kapan, jamnya, harinya, kapan. Tapi posko kita sudah aktif," ujarnya.

Marulitua mengungkapkan, potensi awan untuk mendukung pelaksanaan OMC telah tersedia dalam beberapa hari ke depan, bahkan hingga Minggu, 13 September 2026.

"Sekarang, ada, potensi itu sudah ada. Potensi itu sampai dengan tanggal 13, hari Minggu, itu ada," ungkapnya.

Baca Juga: Prediksi Skor FC Porto vs Manchester City di UCL, 9 September 2026: Mampukah The Dragons Pertahankan Tren Sempurna?

Ia mengatakan, meski potensi awan tersebut masih relatif kecil, kondisinya dinilai lebih baik dibandingkan potensi yang tersedia pada Agustus lalu.

"Potensinya walaupun memang lebih kecil, tapi lebih besar daripada Agustus kemarin," katanya.

Namun, Marulitua menuturkan potensi hujan yang dapat terjadi masih relatif rendah. Curah hujan diperkirakan berada di bawah 12 hingga 20 milimeter.

"Hanya memang kalaupun turun hujan, curah hujannya itu di bawah 12 milimeter lah, di bawah 20 milimeter lah, kecil, masih kecil sekali," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melakukan sejumlah langkah untuk menangani dampak abu vulkanik, termasuk penyemprotan water mist di sejumlah wilayah.

BPBD DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperluas pelaksanaan penyemprotan, mulai dari kawasan jalan protokol hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Baca Juga: Alhamdulillah, 8 Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Kembali Beroperasi Normal

Selain itu, pemerintah juga mendorong gedung-gedung bertingkat untuk melakukan penyemprotan water mist sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak sebaran abu vulkanik di Jakarta.

Sementara itu, terkait perkembangan terbaru sebaran abu vulkanik, Marulitua mengatakan BPBD masih menunggu rilis resmi BMKG mengenai peta persebaran abu.

"Kami juga masih menunggu rilis resmi dari BMKG terkait dengan peta sebaran abu. Memang kita berharap satu hari ini sudah mulai ada penurunan sebaran abu vulkanisnya," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.