Jakarta

Gara-Gara Abu Krakatau Harga Masker di Asemka Melonjak 2 Kali Lipat, Pemprov DKI Turun Tangan

Laode Akbar | 8 September 2026, 07:45 WIB
Gara-Gara Abu Krakatau Harga Masker di Asemka Melonjak 2 Kali Lipat, Pemprov DKI Turun Tangan
Masker di Pasar Asemka, Jakarta Barat yang harganya naik dua kali lipat imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengingatkan para penjual agar tidak mempermainkan harga masker di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).

Pramono mengatakan, masker saat ini menjadi kebutuhan publik yang diperlukan masyarakat untuk melindungi diri dari dampak abu vulkanik.

Karena itu, ia meminta pihak-pihak yang menjual masker tidak mengambil keuntungan dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

Baca Juga: Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Harga Masker di Asemka Naik 2 Kali Lipat, Tapi Pembeli Tetap Ramai

"Saya minta untuk tidak inilah, ini kan menjadi kebutuhan publik, kebutuhan bersama. Jangan dipermainkan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9/2026).

Imbauan tersebut disampaikan Pramono saat merespons fenomena panic buying masker yang terjadi di tengah kondisi udara Jakarta yang terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Selain meningkatnya permintaan, sejumlah pedagang dilaporkan menaikkan harga masker.

Menanggapi kondisi tersebut, politikus PDIP itu memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan terus melakukan pembagian masker kepada masyarakat.

"Pemerintah DKI Jakarta tetap akan melakukan pembagian masker di tempat-tempat umum untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Diketahui, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) hingga wilayah Jakarta membuat permintaan masker meningkat.

Kondisi tersebut turut berdampak pada harga masker yang dijual pedagang di Pasar Asemka, Jakarta Barat.

Pantauan Akurat Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (7/9/2026), aktivitas jual beli masker di Pasar Asemka masih ramai.

Sejumlah warga tampak mendatangi lapak pedagang dan memilih masker meski harga sejumlah jenis masker mengalami kenaikan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y