Tarif Masuk Ragunan Diusulkan Naik hingga Rp 10 Ribu, Pramono: Terlalu Murah dari Kebun Binatang Lain

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons rencana kenaikan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan hingga Rp 10 ribu.
Ia menilai tarif Ragunan saat ini memang terlalu murah dibandingkan kebun binatang lain, terutama yang berada di ibu kota negara.
Meski demikian, Pramono mengingatkan agar penyesuaian tarif nantinya tidak membebani masyarakat.
"Ragunan itu sebenarnya terlalu murah kalau dibandingkan dengan kebun binatang yang ada di tempat lain, apalagi di ibu kota negara," kata Pramono usai meninjau Flona Jakarta 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Pramono mengungkapkan, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta telah melakukan kajian bersama Universitas Indonesia (UI) terkait tarif masuk Ragunan. Salah satu rekomendasi yang muncul yakni menaikkan tarif menjadi Rp10 ribu.
"Dinas sudah melakukan kajian dari UI, salah satunya menyampaikan Rp10 ribu," ujarnya.
Namun, Pramono menegaskan usulan tersebut belum menjadi keputusan final. Kajian mengenai penyesuaian tarif masih perlu dibahas lebih lanjut sebelum diterapkan.
Menurut Mantan Sekretaris Kabinet RI itu, apabila tarif Ragunan nantinya disesuaikan, pemerintah tetap harus memastikan harga tiket berada pada level yang terjangkau masyarakat.
"Kalau kemudian ada penyesuaian, jangan sampai memberatkan," tegasnya.
Sementara itu, DPRD DKI Jakarta mendukung penuh rencana penyesuaian tarif retribusi masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR).
Usulan mulai dari Rp4.000-10.000 untuk orang dewasa dan anak-anak dari Rp3.000-7.500. Demikian diungkapkan Ketua Komisi C Dimaz Raditya saat meninjau TMR, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).
Dimaz menyampaikan, pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Margasatwa Ragunan memerlukan penyesuaian tarif.
Sehingga mampu meningkatkan mutu pelayanan publik. Termasuk memaksimalkan kualitas dan perawatan satwa secara mandiri.
"Wacana ini sudah ada sejak tahun lalu dan sudah cukup lama, tetapi belum ada perkembangan. Makanya kami mendorong supaya ini bisa dipercepat," ujar Dimaz. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







