Jakarta

Tarif Masuk Ragunan Diusulkan Naik hingga Rp 10 Ribu, Pramono: Terlalu Murah dari Kebun Binatang Lain

Laode Akbar | 5 September 2026, 16:19 WIB
Tarif Masuk Ragunan Diusulkan Naik hingga Rp 10 Ribu, Pramono: Terlalu Murah dari Kebun Binatang Lain
Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan. (Akurat.co)

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons rencana kenaikan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan hingga Rp 10 ribu.

Ia menilai tarif Ragunan saat ini memang terlalu murah dibandingkan kebun binatang lain, terutama yang berada di ibu kota negara.

Meski demikian, Pramono mengingatkan agar penyesuaian tarif nantinya tidak membebani masyarakat.

Baca Juga: Purbaya Ingatkan Pemprov DKI Tak Terburu-buru Terbitkan Obligasi Daerah, Pramono: Tetap Akan Kami Ajukan

"Ragunan itu sebenarnya terlalu murah kalau dibandingkan dengan kebun binatang yang ada di tempat lain, apalagi di ibu kota negara," kata Pramono usai meninjau Flona Jakarta 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Pramono mengungkapkan, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta telah melakukan kajian bersama Universitas Indonesia (UI) terkait tarif masuk Ragunan. Salah satu rekomendasi yang muncul yakni menaikkan tarif menjadi Rp10 ribu.

"Dinas sudah melakukan kajian dari UI, salah satunya menyampaikan Rp10 ribu," ujarnya.

Namun, Pramono menegaskan usulan tersebut belum menjadi keputusan final. Kajian mengenai penyesuaian tarif masih perlu dibahas lebih lanjut sebelum diterapkan.

Menurut Mantan Sekretaris Kabinet RI itu, apabila tarif Ragunan nantinya disesuaikan, pemerintah tetap harus memastikan harga tiket berada pada level yang terjangkau masyarakat.

"Kalau kemudian ada penyesuaian, jangan sampai memberatkan," tegasnya.

Sementara itu, DPRD DKI Jakarta mendukung penuh rencana penyesuaian tarif retribusi masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR).

Usulan mulai dari Rp4.000-10.000 untuk orang dewasa dan anak-anak dari Rp3.000-7.500. Demikian diungkapkan Ketua Komisi C Dimaz Raditya saat meninjau TMR, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).

Dimaz menyampaikan, pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Margasatwa Ragunan memerlukan penyesuaian tarif.

Sehingga mampu meningkatkan mutu pelayanan publik. Termasuk memaksimalkan kualitas dan perawatan satwa secara mandiri.

"Wacana ini sudah ada sejak tahun lalu dan sudah cukup lama, tetapi belum ada perkembangan. Makanya kami mendorong supaya ini bisa dipercepat," ujar Dimaz. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y