Jakarta

Purbaya Ingatkan Pemprov DKI Tak Terburu-buru Terbitkan Obligasi Daerah, Pramono: Tetap Akan Kami Ajukan

Laode Akbar | 5 September 2026, 15:49 WIB
Purbaya Ingatkan Pemprov DKI Tak Terburu-buru Terbitkan Obligasi Daerah, Pramono: Tetap Akan Kami Ajukan
Gubernur Jakarta, Pramono Anung. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan tetap akan mengajukan rencana penerbitan obligasi daerah meski Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terburu-buru menerbitkan obligasi dan menyarankan pembiayaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Pramono mengatakan, masukan dari Menteri Keuangan tetap menjadi perhatian. Namun, menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki kebutuhan pembangunan yang harus dipenuhi.

"Saya mendengarkan apa yang disampaikan oleh Menteri Keuangan. Tetapi kami tetap akan mengajukan," kata Pramono usai meninjau Flona Jakarta 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga: Prabowo ke Satgas PKH: Sikat Tambang Ilegal di Kawasan Hutan, Jangan Ada yang Ditutupi

Pramono menilai, DKI Jakarta memiliki sejumlah kewajiban pembangunan yang membutuhkan pembiayaan. Karena itu, rencana penerbitan obligasi tetap akan disampaikan pemerintah daerah.

Menurut dia, keputusan tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan fiskal Jakarta yang dinilai berbeda dengan daerah lain.

"Karena kami tahu kebutuhan kami seperti apa. Dan kami mempunyai banyak sekali pembangunan yang harus kami lakukan," ujarnya.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu bahkan menyinggung soal dana bagi hasil yang dipotong untuk pemerintah daerah termasuk Pemprov Jakarta.

Jika pemerintah daerah tidak diperbolehkan mencari pembiayaan melalui obligasi, dia meminta agar skema pendanaan dari pemerintah pusat juga diperhatikan.

"Kalau tidak, ya dana bagi hasil kami dikembalikan," kata Pramono.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan surat utang daerah atau obligasi tidak mendesak.

Purbaya menyebut kondisi likuiditas kas daerah Jakarta sejauh ini masih tergolong sangat tebal untuk membiayai kebutuhan daerahnya.

"Saya belum tahu daerah mana yang akan mengeluarkan, mungkin yang paling depan Jakarta katanya mau ngeluarin. Tapi Jakarta enggak perlu juga ngeluarin bond, uangnya kebanyakan," ujar Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Hotel Kempinski Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y