Jakarta

Dirut Transjakarta Ditanya Dewan Soal Kemampuan Kelola Transportasi Laut ke Kepulauan Seribu, Begini Jawabnya!

Laode Akbar | 2 September 2026, 18:06 WIB
Dirut Transjakarta Ditanya Dewan Soal Kemampuan Kelola Transportasi Laut ke Kepulauan Seribu, Begini Jawabnya!
Transportasi laut Kepulauan Seribu (Dok. Pemprov DKI)

AKURAT JAKARTA – Direktur Utama (Dirut) PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Welfizon Yuza, mengungkapkan bahwa pengelolaan transportasi laut Kepulauan Seribu tidak akan berjalan optimal jika tarif tiket tanpa subsidi.

Hal itu disampaikan Welfizon saat rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Rapat tersebut membahas rencana penugasan pengelolaan transportasi laut Kepulauan Seribu dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kepada Transjakarta.

Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD DKI Sentil Pemprov: Jangan Asal Bangun Rusun di Lahan Pemprov

Dikatakan Welfizon, jika tarif tiket dibuat terjangkau tanpa dukungan subsidi atau Public Service Obligation (PSO) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, pihaknya tidak akan sanggup.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, kemudian menanyakan kesanggupan Transjakarta mengelola transportasi laut apabila layanan tersebut tidak mendapatkan dukungan PSO.

"Jawabannya gampang, Pak Dirut udah tahu nih secara operasional. Saya mau tanya secara pandangan Pak Dirut, bisa atau tidak kalau tidak pakai PSO?" tanya Nova.

Welfizon pun memastikan pengoperasian transportasi laut dengan tarif yang terjangkau masyarakat sulit dilakukan tanpa subsidi.

"Selama tarifnya diatur untuk terjangkau oleh publik, pasti tidak bisa tanpa PSO, Pak," jawab Welfizon.

Baca Juga: Akhirnya Emil Audero Berlabuh ke Rayo Vallecano dengan Status Pinjaman

Menurut dia, persoalan tersebut berkaitan dengan besarnya biaya operasional layanan transportasi laut dibandingkan pendapatan dari tiket penumpang.

Saat ini, transportasi laut Kepulauan Seribu yang dikelola Dishub melalui Unit Pengelola Angkutan Perairan (UPAP) menerapkan tarif Rp50 ribu untuk satu kali perjalanan.

Namun, Welfizon menyebut tarif tersebut belum mampu menutup biaya operasional layanan secara keseluruhan.

"Tapi kalau kita bandingkan berapa persen tiket bisa menutup biaya produksi atau cost-nya, kira-kira saat ini dengan tiket yang tadi disampaikan hanya sekitar satu per enam," ucapnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.