Dirut Transjakarta Ditanya Dewan Soal Kemampuan Kelola Transportasi Laut ke Kepulauan Seribu, Begini Jawabnya!

AKURAT JAKARTA – Direktur Utama (Dirut) PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Welfizon Yuza, mengungkapkan bahwa pengelolaan transportasi laut Kepulauan Seribu tidak akan berjalan optimal jika tarif tiket tanpa subsidi.
Hal itu disampaikan Welfizon saat rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Rapat tersebut membahas rencana penugasan pengelolaan transportasi laut Kepulauan Seribu dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kepada Transjakarta.
Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD DKI Sentil Pemprov: Jangan Asal Bangun Rusun di Lahan Pemprov
Dikatakan Welfizon, jika tarif tiket dibuat terjangkau tanpa dukungan subsidi atau Public Service Obligation (PSO) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, pihaknya tidak akan sanggup.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, kemudian menanyakan kesanggupan Transjakarta mengelola transportasi laut apabila layanan tersebut tidak mendapatkan dukungan PSO.
"Jawabannya gampang, Pak Dirut udah tahu nih secara operasional. Saya mau tanya secara pandangan Pak Dirut, bisa atau tidak kalau tidak pakai PSO?" tanya Nova.
Welfizon pun memastikan pengoperasian transportasi laut dengan tarif yang terjangkau masyarakat sulit dilakukan tanpa subsidi.
"Selama tarifnya diatur untuk terjangkau oleh publik, pasti tidak bisa tanpa PSO, Pak," jawab Welfizon.
Baca Juga: Akhirnya Emil Audero Berlabuh ke Rayo Vallecano dengan Status Pinjaman
Menurut dia, persoalan tersebut berkaitan dengan besarnya biaya operasional layanan transportasi laut dibandingkan pendapatan dari tiket penumpang.
Saat ini, transportasi laut Kepulauan Seribu yang dikelola Dishub melalui Unit Pengelola Angkutan Perairan (UPAP) menerapkan tarif Rp50 ribu untuk satu kali perjalanan.
Namun, Welfizon menyebut tarif tersebut belum mampu menutup biaya operasional layanan secara keseluruhan.
"Tapi kalau kita bandingkan berapa persen tiket bisa menutup biaya produksi atau cost-nya, kira-kira saat ini dengan tiket yang tadi disampaikan hanya sekitar satu per enam," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







